JATIMTIMES - Teknologi ramah lingkungan terus ditingkatkan Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dengan penerapan sistem Face Recognition Boarding Gate (FRBG) yang menggantikan penggunaan tiket kertas saat proses boarding.
Terhitung sebanyak 247.075 pelanggan yang telah menggunakan layanan FRBG di Stasiun Malang, sejak Maret 2023 hingga Oktober 2024.
Baca Juga : Keuntungan Kuliah di Jurusan Keamanan Siber
Layanan FRBG hadir di Stasiun Malang pada 12 Maret 2023. Pada periode 1 Januari hingga Oktober 2024, di Stasiun Malang tercatat sebanyak 126.521 pengguna FRBG. Sedangkan, pada 2023 terdapat 120.554 pelanggan.
Manajer Humas KAI Daop 8, Luqman Arif mengatakan, adanya penggunaan FRBG memiliki nilai keuntungan bagi para pelanggan maupun perusahaan. Mulai dari ramah lingkungan, juga mempercepat dan memudahkan pelanggan KA saat melakukan boarding.
“Penerapan Face Recognition di Stasiun Malang, tentunya mempermudah proses boarding dan mengurangi antrean, terutama saat periode ramai atau peak season,” ujar Luqman, Jumat (29/11/2024)
Bagi calon pelanggan yang ingin menggunakan fasilitas FRBG ini, harus melakukan registrasi di awal yang berlaku untuk seterusnya. Calon pelanggan bisa melakukan registrasi di stasiun yang memiliki layanan FRBG dan nantinya ada petugas yang akan membantu proses tersebut.
Selain itu, calon pelanggan juga bisa melakukan pendaftaran melalui aplikasi Access by KAI, berikut caranya:
1. Buka tab menu akun pada Access by KAI;
2. Pilih menu Registrasi _Face Recognition_ ;
3. Bacalah syarat dan ketentuan registrasi dan klik “Setuju” setelah memahami;
4. Periksa kembali data diri seperti Nama Lengkap, NIK, dan Tanggal Lahir. Klik “Foto Selfie” untuk melengkapi proses verifikasi;
5. Ikuti ketentuan pengambilan foto selfie yang benar. Klik “Ambil Foto KTP” untuk mengambil foto selfie;
Baca Juga : Jadwal Lengkap Tanggal Merah, Cuti Bersama, dan Hari Besar di Bulan Desember 2024
6. Setelah foto selfie dan data diri sudah lengkap dan sesuai, klik “Daftar Sekarang” ;
7. Konfirmasi data yang diberikan, lalu klik “Ya, Daftar” untuk menyelesaikan pendaftaran;
8. Proses registrasi berhasil dan selesai.
“Dengan adanya Face Recognition pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah di gate boarding. Jika identitas diri, data tiket dan syarat lainnya telah sesuai maka secara otomatis pintu boarding akan terbuka,” ujar Luqman.
Menurut Luqman, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan data pada fitur Face Recognition, karena sudah mengimplementasikan sistem manajemen keamanan Informasi berstandar internasional ISO 27001 tentang Standardisasi Manajemen Keamanan Informasi.
“Data nama, NIK, dan foto pelanggan akan disimpan pada infrastruktur KAI dan hanya dipergunakan untuk proses boarding menggunakan Face Recognition Boarding Gate. Data tersebut akan disimpan dalam waktu satu tahun, setelah itu akan dihapus otomatis secara sistem,” imbuh Luqman.
Lewat inovasi ini, KAI tidak hanya memudahkan perjalanan pelanggan, tetapi juga turut serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan limbah kertas yang sejalan dengan target SDGs.
