JATIMTIMES - Viral aksi pencurian tertangkap CCTV sangat jelas di sebuah toko di Jalan Kyai Pasreh Jaya, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (27/11/24) sore. Pelaku yang diduga seorang pengamen ini melangsungkan aksinya dalam kondisi mabuk dan menghisap lem yang dibawa di tangannya.
Tampak dari rekaman CCTV itu, pelaku sambil menghirup lem di tangannya sedang melihat kondisi di dalam rumah. Selanjutnya, pelaku mencoba menendang pintu rumah tersebut.
Baca Juga : DPUPRPKP Kota Malang Bangun Sanitasi di 26 Kelurahan
Karena tidak berhasil membuka pintu, pelaku mengeluarkan pisau untuk membuka jendela sesekali sambil menghirup lem. Cara itu pun tak juga membuahkan hasil.
Pelaku mencoba cara menendang pintu berkali-kali, hingga akhirnya pintu bisa terbuka. Saat pintu terbuka, pelaku memantau di dalam rumah dan keluar mengambil gitarnya yang diketakkan pada kursi.
Selanjutnya pelaku mulai masuk ke dalam rumah. Kemudian ia mengeluarkan satu unit sepeda lipat dan membawanya pergi.
Pemilik toko sekaligus korban, Widi (42) mengatakan, saat kejadian sedang berada di kamar mandi. Ketika kejadian dalam kondisi hujan deras dan posisi rumah berada di pinggir jalan besar, sehingga suara tendangan pelaku tidak begitu terdengar.
Pelaku diduga memanfaatkan situasi rumah yang sepi karena anak-anak korban sedang tertidur. Namun, teriakan korban saat memanggil anaknya untuk mengambil ember membuat pelaku panik dan melarikan diri.
“Di saat itulah, anak saya melihat ada sosok bayangan hitam seperti orang dari arah pintu belakang toko. Namun sama anak saya tidak dihiraukan, apalagi kondisi saat itu juga hujan deras,” ungkap Widi, Jumat (29/11/2024).
Pelaku membawa kabur sepeda serta beberapa topi branded milik korban, namun sepeda yang sempat dibawa berhasil ditemukan di pinggir jalan. Lantaran, sepeda lipat dalam kondisi rusak pada bagian rantai.
Baca Juga : Suami di Gresik Tikam Istri hingga Tewas, Ini Motifnya
“Karena rusak itu, akhirnya sama pelaku ditinggal dan hanya membawa kabur topi seharga Rp 500 ribu lebih,” imbuh Widi.
Sebelumnya, pelaku juga sempat beraksi di rumah tersebut dan membawa sebuah ponsel, namun aksinya tidak terekam karena belum terpasang CCTV. “Pernah sebelumnya dia ambil hape. Tapi kami takut lapor karena gak ada bukti,” tambah Widi.
Karena kejadian tersebut cukup meresahkan serta pelaku membawa senjata tajam, Widi pun akhirnya memilih untuk melaporkan hal tersebut. Tentunya agar kejadian ini tidak terulang dan meresahkan warga sekitar.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto mengaku sudah menerima laporan dari korban tepat beberapa jam setelah kejadian. Proses penyelidikan pun kini mulai dilakukan.
“Laporan korban sudah kami terima, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Anggota Unit Reskrim kami juga telah mendatangi lokasi, untuk meminta keterangan," terang Yudi.
