JATIMTIMES - Salah satu jenis penyakit berbahaya yang mengancam mata adalah Retinopati. Penyakit ini merupakan salah satu dampak akibat adanya gejala diabetes. Retinopati merupakan penyakit yang menyerang retina, jaringan tipis di mata yang berfungsi untuk merasakan cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak. Penting bagi Anda untuk menjaga pola makan serta mengurangi konsumsi gula agar terhindar dari gejala diabetes. Diabetes memang menjadi penyakit paling banyak diderita bagi sebagian masyarakat dan dapat menimbulkan dampak penyakit lainnya.
IDI merupakan singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Ungaran adalah organisasi profesi yang mewakili para dokter di wilayah Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. IDI berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung pengembangan profesionalisme dokter, serta memperjuangkan kepentingan anggotanya.
Baca Juga : Mengenal Gejala Alergi Susu, IDI Kabupaten Kebumen Memberikan Informasi dan Pengobatan yang Tepat
IDI Kota Ungaran telah menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis dan kampanye kesehatan untuk masyarakat. Saat ini IDI Ungaran sedang melakukan penelitian terhadap penyakit mata seperti mata minus, glaukoma dan Retinopati. Apa saja penyebab terjadinya retinopati serta obat yang dapat dikonsumsi oleh penderitanya.
Apa saja faktor utama penyebab terjadinya penyakit Retinopati?
(Foto oleh champpixs dari iStockphoto)
IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Ungaran dengan alamat website idiungaran.org menjelaskan bahwa penyakit retinopati, terutama retinopati diabetik, disebabkan oleh beberapa faktor utama yang berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Berikut adalah faktor-faktor utama penyebab terjadinya retinopati meliputi:
1. Menderita penyakit Diabetes Melitus
Retinopati diabetik terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Proses ini dapat menyebabkan pembengkakan (edema) dan pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang rentan pecah.
2. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi atau dalam dunia medis dikenal dengan hipertensi dapat memperburuk kondisi pembuluh darah di retina, menyebabkan kerusakan dan meningkatkan risiko terjadinya retinopati hipertensi.
3. Kadar kolesterol tinggi
Dislipidemia atau kadar kolesterol yang tinggi dapat berkontribusi pada penyumbatan pembuluh darah dan memperburuk aliran darah ke retina, meningkatkan risiko kerusakan.
4. Perokok aktif
Kebiasaan merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko berbagai penyakit vaskular, termasuk retinopati.
5. Obesitas dan riwayat dari keluarga
Obesitas berkontribusi pada diabetes dan hipertensi, yang keduanya merupakan faktor risiko utama untuk pengembangan retinopati. Selain itu, riwayat keluarga dengan penyakit mata atau diabetes dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami retinopati.
Baca Juga : IDI Kabupaten Karanganyar Memberikan Informasi Pengobatan Penyakit Wasir
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengobati penyakit Retinopati?
IDI Kota Ungaran telah merangkum beberapa rekomendasi obat yang dapat mengurangi derita mengobati penyakit seperti Retinopati. Meskipun demikian, sebaiknya penderitanya dapat berkonsultasi pada dokter agar mendapat penanganan lebih baik. Adapun obat yang direkomendasikan meliputi:
1. Injeksi Anti-VEGF
Obat yang dapat menghambat faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF), yang berperan dalam pembentukan pembuluh darah abnormal di retina. Beberapa contoh obat anti-VEGF yang umum digunakan seperti Ranibizumab. Ranibizumab diberikan melalui injeksi intravitreal untuk meningkatkan ketajaman penglihatan dan mengurangi edema makula. Obat ini membutuhkan penanganan oleh dokter.
2. Obat Kortikosteroid
Salah satu obat ini seperti Triamcinolone. Obat ini dapat mengurangi pembengkakan pada mata. Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan pada mata. Obat ini termasuk dalam kelompok obat yang disebut steroid.
Pengobatan retinopati harus disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan respons pasien terhadap terapi. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk menentukan rencana pengobatan yang paling sesuai dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk memantau kondisi retina
Dapatkan tips kesehatan lainnya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Ungaran beralamat idiungaran.org serta konsultasi kesehatan secara gratis.
