JATIMTIMES - Hujan deras dan angin kencang menerjang Desa Pojokrejo dan Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang. Akibatnya, sejumlah rumah dan masjid rusak akibat tersapu angin kencang.
Perangkat Desa Pojokrejo Hari Mustofa mengatakan, angin kencang terjadi sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya hujan deras terjadi terlebih dulu, kemudian disusul angin kencang disertai petir.
Baca Juga : Jaga Peran Jatim sebagai Lumbung Pangan Indonesia, Menteri PU Tinjau Irigasi di Jombang
"Hujannya sekitar 10 menit kemudian disusul angin kencang. Goncangan angin itu tiga kali, angin yang kencang itu yang terakhir," ujarnya kepada wartawan, Jumat (22/11/2024).
Disebutkan Hari, sejumlah rumah rusak ringan akibat angin kencang tersebut. Kerusakan terparah dialami masjid Syamilushofiyah di Dusun Ngreco, Desa Pojokrejo. "Masjid di Ngreco atap kanopi terbalik. Alhamdulillah kalau rumah hanya genting-genting saja. Sama jaringan lampu PJU itu kerobohan pohon," ungkapnya.
Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevie Maria mengungkapkan, angin kencang melanda 2 desa di Kecamatan Kesamben. Yakni di Desa Pojokrejo dan Kedungbetik. Saat ini tim BPBD Jombang masih di lapangan untuk melakukan pendataan. Informasi sementara, 1 masjid rusak di Desa Pojokrejo. Sedangkan di Desa Kedungbetik satu rumah rusak, dengan kondisi atap rumah hilang akibat tersapu angin kencang.
"Sementara ini masih satu rumah yang terdata, ini temen-temen masih di lokasi untuk mendata. Kalau masjid ini posisinya masih dalam pengerjaan, jadi material belum maksimal sehingga kena angin terus ambruk," ungkapnya.
Baca Juga : Jaga Peran Jatim sebagai Lumbung Pangan Indonesia, Menteri PU Tinjau Irigasi di Jombang
Disebutkan Stevie, hujan deras disertai angin kencang lumayan parah sore tadi. Sebab menurutnya, saat ini cuaca dalam kondisi transisi antara musim kemarau ke penghujan. "Peralihan musim ini rata-rata membawa dampak seperti itu. Ditandai cuaca ekstrim seperti hujan deras, angin kencang, dan ada momen-momen hujan es," pungkasnya.
