JATIMTIMES - Di tengah meningkatnya minat terhadap makanan sehat dan ramah lingkungan, penggunaan pewarna alami dari tanaman semakin populer. Pewarna alami bukan hanya aman untuk kesehatan, tetapi juga memberikan sentuhan warna yang menarik pada makanan.
Heri Santoso, seorang botanis asal Mojokerto, menjelaskan ada berbagai jenis tanaman di sekitar yang dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan.
Baca Juga : Benarkah Bumi dan Langit Dahulu Menyatu? Simak Penjelasan Surat Al Anbiya 30
Berikut penjelasan jenis-jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan, dikutip dari akun TikToknya @herisants:
1. Srigading (Nyctanthes arbor-tristis)

Tanaman ini memiliki bunga yang ketika dikeringkan dan diseduh dapat menghasilkan warna kuning pantone yang cantik. Warna ini cocok digunakan untuk mewarnai aneka makanan dan minuman.
2. Suji Hijau (Dracaena angustifolia)

Air hasil perasan daun suji yang telah ditumbuk sering digunakan sebagai pewarna hijau alami untuk makanan. “Biasanya digunakan untuk mewarnai bubur, kue, dan berbagai kudapan tradisional,” ujar Heri Santoso.
3. Bayam Mangkok (Iresine herbstii)

Daun bayam mangkok menghasilkan warna ungu hingga magenta saat ditumbuk dan airnya diperas. Warna ini sangat menarik untuk memberikan sentuhan cantik pada berbagai hidangan.
4. Kembang Telang (Clitoria ternatea)

Seduhan bunga telang, baik dalam kondisi segar maupun kering, memberikan warna biru atau ungu pada makanan. “Kembang telang sering digunakan untuk mewarnai nasi, bubur, atau minuman seperti teh biru,” jelas Heri.
5. Ploso (Butea monosperma)

Bunga ploso yang dikeringkan dan diseduh menghasilkan warna jingga yang bisa digunakan sebagai pewarna alami pada makanan dan minuman.
6. Kembang Wera/Waribang (Hibiscus x archeri)

Baik dalam bentuk kering maupun segar, bunga waribang dapat digunakan untuk memberi warna merah pada makanan. Pewarna alami ini cocok untuk mempercantik minuman atau hidangan tradisional.
7. Secang (Biancaea sappan)

Serutan kayu secang ketika diseduh akan menghasilkan warna jingga kemerahan. Selain sebagai pewarna alami, kayu secang juga dikenal memiliki potensi sebagai obat tradisional.
8. Kunyit (Curcuma longa)

Sebagai rempah yang sudah sangat umum, kunyit digunakan untuk memberikan warna kuning pada makanan. “Rimpang kunyit tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu, tetapi juga pewarna makanan yang aman,” tambah Heri.
9. Angkung (Basella rubra)

Buah angkung jika dipencet akan mengeluarkan cairan berwarna ungu tinta. Pewarna ini sangat baik digunakan untuk menambahkan sentuhan estetika pada makanan.
10. Kremah Ungu (Alternanthera brasiliana)

Daun kremah ungu ditumbuk dan diperas airnya untuk menghasilkan warna ungu muda. Cocok untuk memberi tampilan lembut pada kudapan dan makanan lainnya.
11. Bit Merah (Beta vulgaris)

Umbi akar bit merah sering diparut dan disaring untuk mendapatkan air yang memberikan warna merah keunguan. Selain sebagai pewarna, bit merah juga bisa berfungsi sebagai pemanis alami pada makanan.
12. Nangka (Artocarpus heterophyllus)

Nangka juga dapat memberikan warna alami. Seduhan tatal nangka menghasilkan warna kuning cerah yang bisa mempercantik tampilan hidangan.
13. Buah Naga (Hylocereus polyrhizus)

Buah naga, terutama yang berwarna merah, memberikan warna merah cerah pada makanan. Heri Santoso menambahkan bahwa warna yang dihasilkan buah naga sering disamakan dengan warna dari bit merah.
14. Katuk (Breynia androgyna)

Daun katuk dapat ditumbuk dan digunakan langsung atau diperas airnya untuk menghasilkan warna hijau pada makanan. “Tumbukan daunnya sering ditambahkan begitu saja tanpa diperas,” ujar Heri.
Demikian 14 tanaman yang bisa digunakan untuk pewarna alami. Penggunaan dari tanaman-tanaman ini tidak hanya menambah keindahan pada makanan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan pewarna sintetis.
Jadi, dengan memanfaatkan pewarna alami ini, Anda tidak hanya mendapatkan estetika yang menarik, tetapi juga menjadikan makanan lebih sehat dan bebas dari risiko bahan kimia berbahaya. Semoga informasi ini bermanfaat!
