JATIMTIMES - Setiap tanggal 7 November, masyarakat Indonesia merayakan Hari Wayang Nasional. Peringatan ini didasarkan pada pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai warisan budaya takbenda dunia pada 7 November 2003.
Sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional, wayang memiliki peran yang sangat penting. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan dengan cerita yang sarat makna sejarah.
Baca Juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Pakar UB: Perlu Harmonisasi Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah
Sejarah mencatat bahwa wayang telah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno di tanah Jawa. Peringatan Hari Wayang Nasional bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya ini, yang menjadi salah satu aset nasional Indonesia.
Dari sekian banyak jenis wayang di Jawa Timur, beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Berikut ini 7 wayang di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai WBTB, dilansir laman resmi Kemendikbud:
1. Wayang Topeng Malangan (2014)
Wayang Topeng Malangan adalah kesenian tradisional yang dimainkan oleh seorang penari menggunakan topeng. Seni ini berasal dari Malang dan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2014. Wayang Topeng Malangan diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Majapahit dan memiliki fungsi penting sebagai sarana untuk "nyambung roso" atau menyambung rasa dengan sesama serta leluhur.
Wayang ini kerap dihubungkan dengan cerita Panji, yang diperkirakan mulai berkembang sejak zaman Sunan Giri pada tahun 1485. Cerita tersebut berakar dari kisah-kisah Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.
2. Wayang Beber (2015)
Wayang Beber dinamai demikian karena bentuknya berupa lembaran-lembaran (beberan) yang dipentaskan dengan cara dibuka atau dibentangkan. Seni ini berkembang di Jawa pada masa pra-Islam dan hingga kini masih dapat dijumpai di Kabupaten Pacitan. Wayang Beber dilukis menggunakan teknik sungging pada kertas gedhog, yang berasal dari Ponorogo.
Wayang Beber sering tampil dalam berbagai upacara adat seperti perkawinan, khitanan, mitoni, dan ruwatan. Pertunjukannya diiringi oleh musik tradisional seperti gong, kenong, kendang, dan rebab.
3. Wayang Krucil Malangan (2016)
Sekilas menyerupai wayang kulit, Wayang Krucil Malangan terbuat dari kayu pipih dengan tangan dari bahan kulit. Kesenian ini diiringi musik gamelan dengan laras slendro dan mengisahkan cerita Panji, Menak, hingga Damar Wulan.
Menurut legenda, wayang ini diciptakan oleh Pangeran Pekik dari Surabaya, meskipun ada versi lain yang menyebutkan penciptaannya oleh Sunan Kudus, Sunan Bonang, atau Raja Brawijaya V. Wayang Krucil Malangan sering dipentaskan dalam upacara ritual seperti Gebyak Syawal, Suroan, dan Bersih Desa.
4. Wayang Thengul (2018)
Wayang Thengul berasal dari Bojonegoro dan dibuat dari boneka kayu berbentuk bulat dan tebal. Boneka ini dimainkan oleh dalang dengan menggerakkan boneka menggunakan ibu jari dan telunjuk, sedangkan tiga jari lainnya memegang tangkai wayang.
Baca Juga : Pj Wali Kota Madiun Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat, Terima Arahan Presiden
Pertunjukan Wayang Thengul dilakukan secara monolog dengan iringan gamelan dan waranggana. Dikisahkan, penciptaan wayang ini terinspirasi dari Wayang Golek Menak asal Kudus. Kata "thengul" berasal dari istilah methungal-methungul yang berarti gerakan kepala yang bergerak ke kiri dan kanan.
5. Wayang Topeng Jatiduwur (2018)
Berasal dari Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Jombang, Wayang Topeng Jatiduwur diyakini muncul pada akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Topeng yang digunakan dalam kesenian ini diukir dari kayu, menyesuaikan karakter tokoh-tokoh manusia. Ciri khasnya adalah dagu lancip dan ornamen bergambar matahari. Wayang ini berfungsi sebagai media ritual untuk nadzar dan dimainkan oleh seorang dalang serta penari yang menggunakan topeng.
6. Wayang Kulit Gagrak (2021)
Wayang Kulit Gagrak berasal dari Malang dan ditampilkan dengan iringan musik tiga titi laras, yaitu siji (ji), enem (nem), dan lima (ma), yang kemudian dikembangkan menjadi lima laras oleh para wali penyebar agama Islam. Ciri khas wayang ini adalah bentuk badannya yang lebih gemuk dan tidak simetris pada bagian pundak. Dikenal juga dengan nama "Jekdong," sebutan ini berasal dari suara keprak dan kendang dalam pementasannya.
7. Wayang Krucil Tuban (2022)
Wayang Krucil Tuban terbuat dari kayu dan berisi cerita yang bersumber dari Timur Tengah. Kayu mentaos merupakan bahan utama pembuatan wayang ini. Wayang ini sering dipentaskan dalam acara-acara seperti ruwatan, peringatan hari jadi Kabupaten Tuban, dan pada Hari Raya Idul Fitri hari kedua yang disebut "Ngebyakne" Wayang Krucil.
Demikian ketujuh jenis wayang berdasarkan yang diurutkan berdasarkan tahun ditetapkannya oleh UNESCO. Ketujuh wayang tersebut adalah kekayaan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan, membuktikan bahwa seni tradisional Jawa Timur memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
