Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Mengenal Apa itu JOMO? Hidup Santai Meski Tidak FOMO Tren 

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

06 - Nov - 2024, 07:34

Placeholder
Ilustrasi wanita sedang menikmati hidup. (Foto dari Liputan 6)

JATIMTIMES - Media sosial kini sudah menjadi bagian dari kehidupan hampir sebagian orang. Derasnya arus informasi, di mana hampir setiap detik ada saja berita atau kabar terbaru, membuat orang berlomba-lomba untuk mengecek ponselnya. Entah sekadar penasaran dan ingin tahu, tidak ingin ketinggalan kabar terbaru, atau tidak ingin ketinggalan tren yang sedang viral dan menjadi 'si paling up to date'.

Kondisi seperti itu bisa disebut dengan istilah FOMO atau Fear of missing out. Dengan FOMO, kita cenderung merasa khawatir tentang orang lain yang bersenang-senang tanpa kita.

Baca Juga : Praktisi Medsos Apresiasi Creative Content Competition, Efektif Sosialisasikan Pelayanan Dispendukcapil Kabupaten Malang

Meskipun beberapa orang sangat cemas karena FOMO, di sisi lain ada pula orang-orang yang justru tidak merasa ketinggalan dengan hal-hal tersebut.

Bagi mereka, menghabiskan waktu untuk membaca buku yang bagus atau menonton acara memasak adalah hal yang paling disukai.

Dan jika itu terjadi pada kita, maka kita mungkin mengalami JOMO atau joy of missing out. Istilah ini mungkin masih asing bagi beberapa orang, sebab selama ini hal yang sering didengar adalah FOMO. Lantas, apa itu JOMO? 

Pengertian JOMO

JOMO atau Joy of Missing Out adalah kebalikan dari FOMO. Istilah ini memiliki arti tetap senang meski tertinggal.

Namun, Psikolog Adi Dinardinata memperingatkan agar tidak salah kaprah memahami JOMO.

Orang yang yang "JOMO" bukan berarti sama sekali meninggalkan sosial media dan tak acuh dengan sekitar.

Adi mengatakan JOMO lebih pada sikap tetap merasa nyaman meskipun melewatkan banyak hal-hal yang sebenarnya tidak ingin dilewatkan.

"JOMO ini kalau tidak diedukasi dengan baik akan menyesatkan masyarakat untuk pindah dari yang ekstrem satu ke masalah yang ekstrem lain," ujar Adi, dilansir dari Kompas.com.

Orang yang mengklaim melakukan JOMO, kata Adi dengan tidak melakukan apapun dan tidak produktif juga bukan sikap yang tepat.

"Walaupun menikmati itu nggak bagus juga karena tidak produktif. Kita tidak mengejar apa yang kita inginkan, itu masalah juga, walaupun dia happy," terangnya.

Sementara menurut psikolog klinis Susan Albers, PsyD, makna dari JOMO yaitu mencakup gagasan untuk menemukan kegembiraan dan kepuasan, memilih untuk tidak mengikuti atau melewatkan suatu kegiatan, untuk memprioritaskan self-care (perawatan diri)," katanya dikutip dari Psychology Today. 

Menurut Albers, JOMO sangat membantu untuk menempatkan fokus yang lebih besar pada apa yang ingin Anda ikuti, bukan pada apa yang membuat Anda merasa tertekan untuk mengikutinya.

"JOMO memungkinkan Anda untuk menjadi otentik dan jujur pada diri sendiri, tentang apa yang benar-benar ingin Anda lakukan dan apa yang Anda hargai," kata Albers.

Manfaat JOMO Bagi Kesehatan Mental

JOMO membantu menurunkan tingkat stres dan cemas, yang menjadi dua masalah kesehatan mental serius. 

Ketika kita terus-menerus mengejar suatu hal, kita akan kehilangan momen saat ini. Dengan sikap JOMO, kita bisa menjalani hari dengan santai dan menghargai hal-hal sederhana dalam hidup yang juga akan berdampak positif pada kesehatan mental.

Cara menerapkan JOMO dalam kehidupan 

Baca Juga : Bulan Ini Ada Peringatan Hari Ayah Nasional 2024, Berikut Sejarah Singkatnya

Tentu tidak mudah menerapkan JOMO dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di tengah maraknya penggunaan media sosial. 

Namun, ada beberapa cara sederhana yang bisa membuat Anda dapat menerapkan JOMO dengan mudah. Melansir Psycom, berikut adalah beberapa cara menerapkan JOMO dalam kehidupan. 

Menghindari multitasking 

Saat Anda melakukan satu aktivitas, fokuslah pada aktivitas tersebut. Misalnya saat Anda cuci piring, fokus pada hal tersebut.

Cuci saja piringnya tanpa harus memikirkan panggilan telepon, musik, atau acara lain yang akan datang. 

Mengambil nafas perlahan 

Ambil napas dalam-dalam dan fokus pada nafas. Jika Anda benar-benar fokus pada nafas Anda, pikiran Anda tidak akan kemana-mana lagi. 

Melatih rasa syukur 

Meluangkan waktu untuk mencatat semua hal yang dapat disyukuri membantu kita berfokus pada apa yang sudah ada dibandingkan dengan kemungkinan yang akan terjadi.

Berlatih mengatakan "tidak" 

Anda tidak selalu harus menghadiri undangan atau ajakan orang lain, membalas pesan, atau menerima panggilan telepon. Terkadang mengatakan "tidak" adalah cara terbaik untuk mencintai diri sendiri. 

Memperhatikan kondisi sekitar 

Jika Anda merasa cemas, coba perhatikan hal detail yang ada di sekitar. Memperhatikan tekstur kursi yang Anda duduki, bagaimana rasanya memperhatikan tekstur tangan Anda, dan merasakan sepatu di kaki Anda adalah cara-cara untuk membawa Anda ke dalam pengalaman fisik Anda saat ini.

Memahami apa itu JOMO dan manfaatnya untuk kesehatan mental sangatlah penting agar Anda lebih merasa puas dengan apa yang dimiliki saat ini.

Meskipun sulit untuk dilakukan, Anda bisa mencoba beberapa cara di atas agar hidup menjadi lebih tenang dan kesehatan mental lebih terjaga.


Topik

Serba Serbi Fomo apa fomo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya