Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Melihat Cara Pembuatan dan Karakteristik Batu Bata Lumpur Lapindo, yang Katanya Ramah Lingkungan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Oct - 2024, 12:04

Placeholder
Batu Bata yang terbuat dari lumpur lapindo. (Foto dari Tiktok)

JATIMTIMES - Bencana lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak 29 Mei 2006, sampai sekarang masih terjadi. Tentu bencana ini membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar. 

Meski demikian, lumpur lapindo bisa dimanfaatkan menjadi berbagai benda. Salah satunya seperti batu bata. 

Baca Juga : Hati-Hati, 60 Pengembang Perumahan di Kota Batu Masih Belum Kantongi IzinĀ 

Melansir akun Tiktok @Kamus AI, lumpur lapindo yang menggenangi sebagian besar wilayah di Sidoarjo, Jawa Timur, kini dikembangkan menjadi batu bata. 

Menurut informasi yang dihimpun, inovatif ini diciptakan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). 

Lumpur ini kemudian dikreasikan menjadi batu bata ramah lingkungan yang diberi nama LUSSI (Lapindo Mud for Super Sustainable Brick).

Untuk pembuatannya, bata ini memanfaatkan lumpur lapindo itu sendiri yang kemudian dicampurkan dengan limbah kertas. Katanya, batu bata yang terbuat dari lumpur lapindo ini sangat ramah lingkungan. 

Dari penjelasan yang disampaikan akun Tiktok @Kamus AI, batu bata yang merupakan campuran antara lumpur lapindo dan limbah kertas memiliki karakteristik yang unggul. Hal itu dikarenakan sifat materialnya lumpur lapindo itu sendiri yang mengandung silika dan alumina. 

Kedua senyawa tersebut berperan penting dalam kekuatan dan ketahanan panas bangunan. 

Pawestri Cendani, anggota tim peneliti LUSSI mengatakan untuk setiap 100.000 batu bata dibutuhkan 66 m4 lumpur dan 66 m3 limbah kertas. 

"Dengan formulasi yang kami rancang tersebut mampu mengurangi sekitar 0,02 ton produksi polusi CO2 untuk setiap 100.000 batu bata yang diproduksi," ujar Pawestri mahasiswi Teknik Sipil UI, dikutip dari Kompas Rabu (23/10/2024). 

Batu bata LUSSI tak hanya ramah lingkungan, tetapi inovasi ini juga memiliki keunggulan lainnya dibandingkan batu bata tanah liat. 

Luqmanul Irfan, peneliti lainnya mengungkapkan batu bata LUSSI lebih ringan dibandingkan batu bata biasa yang beratnya mencapai 1.500 kg/m3 atau beton dengan berat 950 kg/m3.

Baca Juga : Ratusan Perwakilan Ormas Islam Ikuti Fasilitasi Halaqah dan Forum Keagamaan Lainnya

"Selain itu, lebih murah dan dapat membuka lapangan pekerjaan di daerah Sidoarjo," jelas Luqman. 

Dengan memanfaatkan lumpur Lapindo dinilai menjadi langkah yang tepat untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

Selain itu, kehadiran batu bata LUSSI diharapkan dapat mensubstitusi penggunaan batu bata tanah liat. 

Sebab, bahan baku pembuatan batu bata tanah liat berasal dari proses penggalian sedalam 2-3 meter. Proses ini dapat menimbulkan masalah baru, yakni degradasi tanah dan kerusakan lingkungan.

Sementara dilansir dari detikFinance, Staf Puslitbang Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Nurul menjelaskan bahwa saat ini produksi batu bata dan genteng dari Lumpur Lapindo masih pilot project, belum sampai tahap produksi massal. Program pembuatan genteng dan bata dari lumpur ini akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah setempat.

Namun, pembuatan genteng dan bata dari Lumpur Lapindo ini terkendala oleh perizinan untuk mengambil lumpur yang tidak jelas. Padahal, limbah lumpur bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam produk, bahkan bisa untuk bahan baku semen.

Bila lumpur Lapindo ini bisa diperoleh dengan harga murah atau bahkan gratis, otomatis harga genteng dan batu bata yang dihasilkan bisa murah.

"Daripada limbah lumpur tidak dimanfaatkan, buat semen juga bisa. Tapi sekarang izin ambil lumpurnya masih sulit," tutup Nurul.


Topik

Serba Serbi Lumpur lapindo baru bata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri