Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Inovasi Kapal Cepat Penebar Pakan Ikan Karya Dosen di Malang Ini Bakal Permudah Petani Tambak Ikan

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Lazuardi Firdaus

17 - Oct - 2018, 22:32

Placeholder
Kapal Cepat Penebar Pakan Ikan (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada yang menarik dalam pameran Inovasi untuk negeri yang diadakan di Sasana Krida Universitas Negeri Malang (UM) tadi. Terdapat produk kapal mini yang dinamakan Kapal Cepat Penebar Pakan Ikan.

Inovasi tersebut dibuat oleh tim dosen dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LP2M UM) dari biaya yang diberikan Ristekdikti sejumlah Rp 250 juta. Dengan adanya teknologi inovasi ini, petani tidak perlu secara manual memberikan makan ikan.

“Efisiensi akan terjadi dimana secara otomatis kapal ini akan memberikan pakan kapan dan dimanapun ketika ikan itu membutuhkan makan. Jadi terkontrol secara bagus,” ujar Dosen Teknik Informatika UM Dr. Eng. Muhammad Ashar, ST. MT., anggota tim sekaligus Ketua Inkubator Bisnis LP2M UM.

Menurut Ashar, cara kerja kapal tersebut adalah pakan dimasukkan di bagian deknya, kemudian bagian mesin rotarinya akan memutar pakan secara sempurna dan menyebarnya secara sempurna ke segala arah. Jadi, alat ini dapat menjangkau ke banyak area dibandingkan jika pakan ikan hanya disebar menggunakan alat seadanya. Selain itu pakan juga disebar dengan komposisi yang tepat.

“Dan itu telah mendapatkan paten dari HKI (Hak Kekayaan Intelektual, red.). Dan telah diuji coba di sejumlah tambak di Indonesia,” imbuhnya.
Kapal tersebut digerakkan dengan remot. Namun kemudian dilakukan pengembangan dan sudah menggunakan handphone.

“Jadi dia bergerak menelusuri area tambak itu sampai dia akan kembali sendiri ke area yang ditentukan dengan dimonitoring oleh sebuah aplikasi sehingga petani tambak tidak perlu menelusuri,” paparnya. 

Menurut Ashar, apabila menggunakan kapal cepat ini, biaya produksi petani bisa direduksi sekitar 30 sampai 40 persen. Sebab, kapal ini bisa mengatur efektivitas penggunaan pakan. Selain itu, pastinya petani dapat melakukan aktivitas produktif yang lain, misalnya pembibitan kemudian monitoring ikan.
“Secara bobot, hasil uji coba itu, ketika dengan menggunakan kapal, bobot bisa naik sekitar 15 sampai 20 persen. Jadi kalau misal persepuluh hari ikannya naik 300 ons ini kita bisa mencapai 500 ons,” imbuhnya.

Dalam menggunakan kapal cepat ini, dikatakan Ashar bahwa petani tambak sangat senang karena selain monitoring ikannya bisa terkontrol, alat ini juga memudahkan pekerjaan petani. Untuk harganya, satu kapal dijual dengan harga Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Menyadari kalau harganya masih mahal, Ashar dan timnya akan mengupayakan produksi lebih murah.

“Biaya produksi masih mahal karena dibentuk secara manual. Ke depannya mau pakai teknologi 3d printing kerja sama dengan Universitas di Taiwan untuk bisa mendesain body kapal sehingga nanti biaya produksinya juga lebih murah,” ujar Ashar.

Selanjutnya, alat ini akan dikembangkan dengan memasang sebuah sensor untuk mengukur suhu tambak, kekeruhan air, berat ikan, nutrisi yang dibutuhkan, posisi ikan, hingga ikan-ikan yang mati.


Topik

Pendidikan berita-malang Universitas-Negeri-Malang UM LP2M-UM Dosen-Teknik-Informatika-UM Dr-Eng-Muhammad-Ashar-ST-MT Inovasi-Kapal-Cepat-Penebar-Pakan-Ikan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Lazuardi Firdaus