JATIMTIMES - Bagi wisatawan yang berencana mendaki Kawah Gunung Ijen di Jawa Timur, kini ada aturan baru yang wajib diikuti, membawa surat keterangan sehat dari dokter. Hal ini diterapkan untuk memastikan setiap pendaki dalam kondisi fisik yang baik sebelum melakukan perjalanan menantang ini.
Namun, hingga saat ini, di kawasan Paltuding sebagai area awal pendakian belum tersedia klinik yang resmi mengeluarkan surat sehat. Meskipun begitu, aturan dari pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mewajibkan setiap pendaki membawa surat tersebut dari rumah, sebagai syarat mutlak sebelum pendakian.
Baca Juga : PDI Perjuangan Resmi Berhentikan Gunawan HS Wibisono dari Keanggotaan Partai
Surat sehat ini akan diperiksa ketika wisatawan menukarkan barcode pemesanan tiket dengan tiket pendakian fisik. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan setiap pengunjung, mengingat medan pendakian yang cukup berat dan ketinggian Kawah Ijen yang mencapai lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.
Ada enam syarat utama yang harus dipenuhi ketika calon pendaki memesan tiket, sebagaimana dikutip dari laman resmi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Salah satu syarat terpenting adalah wisatawan harus dalam kondisi kesehatan yang prima, tidak memiliki riwayat penyakit asma atau jantung, dan wajib menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter.
Perlu dicatat, pengelola tidak bertanggung jawab atas risiko cedera atau bahkan kematian selama pendakian. Sehingga sangat penting bagi wisatawan untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum berangkat. Selain itu, tiket pendakian juga tidak termasuk asuransi, jadi pengunjung harus ekstra berhati-hati.
Mengapa Aturan Baru Ini Penting?
Aturan baru ini diterapkan sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan yang sering kali terjadi karena pendaki tidak dalam kondisi fisik yang siap. Pengelola mencatat bahwa wisatawan domestik cenderung menutupi kondisi kesehatan mereka sebelum pendakian, berbeda dengan wisatawan mancanegara yang lebih terbuka mengenai keadaan fisik mereka.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola TWA Kawah Ijen juga berencana mendirikan klinik atau pos kesehatan di sekitar area pendakian. Klinik ini akan melayani wisatawan yang belum sempat membawa surat sehat dari rumah. Rencananya, pos kesehatan akan dikelola oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Sempol, Ijen (Bondowoso), dan Licin (Banyuwangi) secara bergiliran.
Namun update pada awal Oktober, klinik tersebut masih belum beroperasi. Menurut laporan dari petugas BBKSDA, bangunan untuk klinik masih dalam tahap persiapan. Meski begitu, pendaki tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah atau klinik terdekat sebelum berangkat, guna menghindari antrean panjang di lokasi.
Baca Juga : Rekomendasi Reservasi Mobil di Bali Semakin Mudah dengan TRAC via Website
Beberapa kondisi kesehatan yang dicek saat tes kesehatan untuk mendaki Kawah Ijrn adalah tekanan darah, saturasi oksigen, serta diukur tinggi dan berat badan.
Melalui aturan baru ini, diharapkan setiap pendaki dapat mempersiapkan diri dengan baik, sehingga perjalanan mendaki Kawah Ijen dapat berjalan lancar dan aman. Dengan medan yang cukup menantang dan ketinggian yang signifikan, persiapan fisik yang matang menjadi kunci utama keselamatan. Jadi, pastikan Anda sudah membawa surat keterangan sehat sebelum mendaki, dan nikmati keindahan Kawah Ijen dengan aman!
