JATIMTIMES - Belakangan ini viral di media sosial momen orang tua santri bersama warga menggeruduk salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kampak, Trenggalek. Alasan orang tua santri menggeruduk pondok lantaran anaknya hamil diduga dilakukan oleh Pimpinan Ponpes.
Dalam video yang beredar, salah satunya diunggah oleh akun TikTok @Bioz TV, tampak masyarakat dan orang tua santri, ramai-ramai mendatangi pondok dengan menaiki dua mobil pick up dan sepeda motor.
Baca Juga : Puluhan Warga Sidoharjo, Demo Datangi Lokasi Migas Sumur Tapen Pertamina EP Cepu
Sesampainya di pondok, warga menuntut agar pimpinan ponpes keluar untuk berdialog. Namun tidak mendapat respon dari pihak pondok pesantren.
Ayah korban, Warto, mengaku tidak terima dengan perbuatan pelaku yang membuat anaknya harus menanggung malu. “Yang jelas saya tidak terima, karena menurut cerita anak saya, yang menghamili adalah pemimpinnya pondok,” ujar Warto, seperti dikutip JatimTimes dari tiktok Bioz TV pada Selasa, 24 September 2024.

Warto, ayah santri yang tak terima anaknya hamil saat di pondok. (Foto: TikTok)
Warto mengeluhkan sulitnya bertemu pemimpin pesantren tersebut, hingga lambatnya pihak berwajib memproses hukum yang sedang berlangsung. “Tapi sampai sekarang saya sendiri belum bisa bertemu dengan pemimpin pondok, bahkan polisi-pun diam saja,” ungkap Warto.
Pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, dan beberapa kali berkomunikasi dengan penyidik. Bahkan Warto menyebut jika pihak kepolisian melarang dirinya untuk bertemu dengan pimpinan pondok.
“Setiap berkomunikasi dengan pihak berwajib, selalu diminta untuk tidak bertindak gegabah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat,” imbuhnya.
Jawaban dari pihak berwajib pun kurang memuaskan, mereka beralasan bahwa mereka menunggu kelahiran bayi tersebut agar bisa melanjutkan proses investigasi karena kurangnya saksi.
Baca Juga : Dapat Nomor Urut 1, Ra Hamid: Champion itu Number One
Hingga bayi sudah lahir sekira usia 2,5 bulan, Warto mengakui jika tidak ada perkembangan signifikan dalam mengusut kasus ini.
Dalam kasus ini, Warto menuntut agar pelaku segera diproses secara hukum yang berlaku. Ia menolak jika anaknya dinikahkan dengan pelaku.
“Kalau nanti sudah ada pertemuan (terduga pelaku), kalau katakanlah mau anak saya dinikahi, ya terus terang saya tidak butuh itu," katanya.
"Saya tidak mau memiliki menantu seperti itu, karena perilakunya seperti itu saya tidak mau. Yang saya minta itu ya diproses hukum,” pungkas Warto.
