Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Apa Itu Puasa Nabi Idris, Puasa Ustaz Maulana yang Dilakukan Sejak Istri Meninggal 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

18 - Sep - 2024, 16:11

Placeholder
Ilustrasi puasa Nabi Idris. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ustaz Maulana, seorang dai kondang di Indonesia, telah menjalankan puasa Nabi Idris secara konsisten selama enam tahun terakhir, sejak istrinya, Nur Alia, meninggal dunia. Keputusan untuk mengamalkan puasa ini diambil sebagai bentuk upaya menjaga diri dan menekan hawa nafsu setelah menjalani kehidupan sendiri tanpa didampingi istri tercinta.

Dalam sebuah video viral yang diunggah oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Rabu (18/9/2024), Ustaz Maulana menceritakan kisah pertemuannya dengan sang istri di pondok pesantren. Meskipun mereka tidak pernah berpacaran, takdir mempertemukan mereka sebagai pasangan suami istri setelah penantian panjang selama 15 tahun.

Baca Juga : Khofifah Ajak Muslimat NU  Perbanyak Sedekah untuk Bantu Entaskan Kemiskinan Ekstrem

"Sejak pesantren itu kita tidak pernah ketemu sampai 15 tahun ketemu. Jadi bisa dikatakan penantian yang lama 15 tahun, tapi cuma berlangsung 10 tahun (pernikahan)," ujar Ustaz Maulana dalam video tersebut.

Setelah 10 tahun menjalani pernikahan, Nur Alia meninggal dunia, meninggalkan Ustaz Maulana dan empat anak mereka. Peristiwa kehilangan ini mendorong Ustaz Maulana untuk mencari ketenangan dan kekuatan melalui ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa Nabi Idris setiap hari.

Puasa Nabi Idris menjadi pilihan Ustaz Maulana untuk menekan hawa nafsu dan menjaga diri. Sebagai seorang laki-laki yang hidup sendiri, Ustaz Maulana mengakui bahwa menahan hawa nafsu adalah tantangan besar. Oleh karena itu, ia menggunakan puasa sebagai cara untuk menghadapi godaan dan menjaga dirinya.

"Saya setiap hari puasa. Puasa Idris yang saya lakukan salah satunya adalah bagaimana saya bisa menjaga diri. Yang namanya laki-laki, manusia, tidak mungkin (lepas dari hawa nafsu), pasti ada nafsu. Dari sinilah saya harus tekan nafsu ini dengan cara berpuasa Idris," jelasnya dalam video yang sama.

Ia juga menambahkan bahwa puasa Nabi Idris dilakukan setiap hari tanpa jeda, berbeda dengan puasa Nabi Daud yang dilakukan secara selang-seling (sehari puasa, sehari tidak). "Kalau puasa Daud, hari ini puasa, besok tidak. Tapi kalau puasa Idris setiap hari. Bagaimana saya harus berpuasa menahan diri," tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, puasa Nabi Idris menjadi trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet mencaritahu puasa tersebut. 

 

Apa Itu Puasa Nabi Idris?

Nabi Idris AS adalah salah satu nabi yang dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dan tekun dalam beribadah. Meskipun Al-Qur’an tidak secara eksplisit menjelaskan bentuk puasa yang dilakukan oleh Nabi Idris, berbagai riwayat menyebutkan bahwa beliau menjalankan puasa sepanjang hidupnya.

Menurut Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, Nabi Idris dikenal sangat rajin beribadah, termasuk melaksanakan puasa secara konsisten setiap hari.

Dalam beberapa riwayat lain, salah satunya dalam kitab Qishashul Anbiya, puasa Nabi Idris juga disebut sebagai Shaumu dahr, atau puasa seumur hidup. Setiap hari, Nabi Idris berpuasa dan hanya berbuka saat magrib. Namun, yang unik dari puasa Nabi Idris adalah makanan yang disajikan untuk berbuka puasa berasal dari surga dan diantarkan oleh malaikat.

"Beliau berbuka puasa, sebelum waktu berbuka sudah ada hidangan makanan surga. Makanannya dari malaikat dari surga," jelas Habib Abdurrahman bin Kamel Assagaf MPdI, dilansir dari YouTube Serambi Kie Raha.

Baca Juga : Terekam CCTV, Pencuri Bercelurit Kuras Uang dan Rokok di Minimarket Tulungagung

Selain riwayat yang menyebut puasa Nabi Idris berlangsung sepanjang hidupnya, ada juga versi lain yang mengatakan bahwa puasa tersebut dilakukan selama 40 hingga 41 hari berturut-turut. Hal ini dijelaskan dalam kanal YouTube Sekolah Mengaji.

 

Perbedaan Puasa sunnah Nabi Idris dengan Puasa Nabi Lainnya

Setiap nabi memiliki bentuk puasa sunnah yang berbeda-beda. Jika Nabi Idris menjalankan puasa setiap hari sepanjang hidupnya, beberapa nabi lainnya memiliki puasa yang berbeda dalam hal waktu dan frekuensi.

 

1. Puasa Nabi Muhammad SAW: Nabi Muhammad menganjurkan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis setiap minggunya. Puasa ini dikenal sebagai salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

2. Puasa Nabi Daud AS: Puasa Nabi Daud dilakukan dengan cara sehari berpuasa dan sehari tidak, atau dikenal dengan istilah puasa selang-seling. Puasa ini juga dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang berat namun sangat dianjurkan.

3. Puasa Nabi Adam AS: Puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam dikenal sebagai Puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada pertengahan bulan Hijriyah (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan).

Itulah penjelasan mengenai puasa Nabi Idris dan Nabi-Nabi lainnya. Dengan demikian disimpulkan bahwa, puasa Nabi Idris adalah salah satu bentuk ibadah yang dikenal dengan konsistensi dan intensitasnya. Meskipun tidak diwajibkan, puasa ini bisa menjadi pilihan bagi umat Islam yang ingin menahan diri dan memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. 

Kisah Ustaz Maulana, yang setia menjalankan puasa ini sejak kepergian istrinya, memberikan inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya ibadah sebagai cara untuk menjaga diri, menghadapi godaan, dan menemukan ketenangan di tengah cobaan hidup. Semoga informasi ini bermanfaat! 


Topik

Serba Serbi Maulana ustaz Maulana nabi idris



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya