JATIMTIMES - Saat mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut, umat Muslim umumnya akan menjawabnya dengan lantunan sholawat.
Hal itu sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ
“Sungguh celaka, orang yang disebut namaku di sisinya lantas ia tidak bershalawat untukku” (HR. Tirmidzi no. 3545)
Sholawat yang selama ini yang diucapkan umat Muslim saat saat mendengar nabi Muhammad SAW adalah 'Shalli 'Alaih'.
Baca Juga : Rakerkomwil IV APEKSI di Kota Blitar Hasilkan 13 Rekomendasi Penting
Ternyata, jawaban seperti diatas adalah lafal yang keliru. Hal itu diungkap oleh ulama kharismatik asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
Melansir channel YouTube Muhammad Irfan Muzaqi, Gus Baha menjelaskan, lafal 'Shalli 'Alaih' yang selama ini dipraktikkan oleh masyarakat pada umumnya sangat keliru.
Menurutnya, lafal tersebut jika ditelisik maknanya justru orang yang menjawab dengan lafal itu memerintahkan untuk bersholawat.
“Sholawatnya itu baik, tapi Jibril juga tidak faham, Shalli ‘alaih, Shalli alaih,” terang Gus Baha dikutip Sabtu (13/7/2024).
“Itu kan kalimat apa, itu kan tidak jelas! Coba ditarkib, Nabi Muhammad (dijawab: Sholli ‘alaih). Sholli itu makna perintah berarti bacalah sholawat, begitu,” sambungnya.
Baca Juga : Batas Waktu Salat Subuh Menurut Ustaz Abdul Somad, Ternyata Bisa Diukur Pakai Waktu ini
Ia pun menegaskan jika kalimat tersebut sangatlah keliru sebab lafal tersebut memiliki arti perintah. Padahal sejatinya, dirinya tidak seharusnya memerintahkan untuk bersholawat kepada Rasulullah SAW, namun yang benar ialah melafalkan sholawat kepada Rasulullah SAW.
“Itu kalimat yang salah. Lah iya, wa qaala Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, trus muridnya menjawab: shalli ‘alaih, berarti kalau diartikan shalli (bacalah sholawat), ‘alaihi (kepada Nabi Muhammad SAW). Jadi artinya menyuruh: bacalah sholawat kepada Nabi SAW,” tegasnya.
Kekeliruan yang lazim terjadi itu kata Gus Baha harus segera dihentikan.
"Berhubung itu bahasa Arab, tidak kelihatan salahnya. Kebiasaan seperti itu hentikan, itu naif!" Katanya.
Gus Baha lalu mengungkapkan lafal yang benar ketika menjawab saat nama Nabi Muhammad SAW disebutkan, yakni mengucapkan kalimat 'Shallallahu 'alaih' atau 'Shalla 'alaih'.
"Mestinya kan qaala Rasulullah SAW, dijawab shallallahu ‘alaih, atau shalla 'alaih, paling tidak ada dlomir mustatir yang kembali kepada Allah SWT,” pungkasnya.
