JATIMTIMES - Bulan Muharram akan tiba sebentar lagi. Bulan ini merupakan bulan yang sangat istimewa. Di dalam bulan tersebut, banyak amalan-amalan sunnah yang dianjurkan diamalkan, tak terkecuali bagi perempuan yang sedang haid.
Beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan pertama Hijriyah ini antara lain, memperbanyak puasa sunnah, menghidupkan puasa 'Asyura dan Tasu'a (9-10 Muharram) dan memperbanyak sedekah.
Baca Juga : Daftar Hari Penting di Bulan Juli 2024, Ada Tahun Baru Islam 1446
Lantas bagaimana dengan nasib wanita yang sedang haid dan tidak bisa melaksanakan puasa?
Terkait dengan hal itu, masih ada amalan lain yang bisa dilakukan wanita haid di bulan Muharram agar tetap mendapat pahala. Amalan-amalan tersebut di antaranya seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini:
1. Dzikir
Wanita haid, mungkin tidak bisa melaksanakan puasa sunah Muharram, tetapi berdzikir yang dilakukan setiap saat juga sangat utama dan penting jika dilaksanakan. Pentingnya berzikir juga dijelaskan dalam hadis riwayat Al-Bukhari, "Persamaan seseorang yang mengingat Tuhannya dan seseorang yang tidak mengingatnya adalah seperti orang hidup dan mati." (HR Al-Bukhari).
2. Menyantuni anak yatim
Orang yang menyantuni dan mengasihi anak yatim akan bersama Rasulullah di surga. Hal ini sejalan dengan hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Abbas, "Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni." (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Sebagaimana keutamaan Muharram , Allah juga akan melipatgandakan pahala setiap amal saleh, maka memperbanyak sedekah termasuk menyantuni anak yatim merupakan amalan yang disukai Allah.
Allah Ta'ala berfirman :
Baca Juga : Ayu Ting Ting Kembalikan Seserahan Usai Diminta oleh Lettu Fardhana, Bagaimana dalam Pandangan Islam?
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sodaqah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Baqarah: 261)
3. Menolong orang yang membutuhkan
“Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu.” (HR. Al-Bukhari).
Hadis ini menerangkan tentang pentingnya membantu orang yang lemah dan kesusahan karena sejatinya pertolongan Allah atas kita boleh jadi karena kebaikan kita kepada orang lain.
