Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Hampir Dua Pekan Dibuka, Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Masih Lengang

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Yunan Helmy

26 - Jun - 2024, 15:20

Placeholder
Pendakian Gunung Arjuno-Welirang masih lengang sejak dibuka pada 15 Juni 2024 lalu. UPT Tahura Raden Soerjo menerapkan batas kuota harian 400 orang dan aturan ketat.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Pendakian Gunung Arjuno-Welirang sudah hampir dua pekan dibuka kembali pasca-pemulihan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, dibuka sejak 15 Juni 2024, kunjungan di pendakian terpantau masih lengang meski pengelola menetapkan batasan kuota kunjungan harian.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi mengatakan, pihak UPT Tahura sudah menetapkan pembatasan pengunjung yakni 400 orang per hari. Sedangkan selama dibuka sejak 11 hari terakhir, pengunjung harian tak menyentuh kuota tersebut. Tak terkecuali saat momen hari libur akhir pekan.

Baca Juga : Fakultas Sastra UM Buka Kelas Internasional, Jalin Sinergi dengan Guangxi University

"Rata-rata dari luar daerah (pengunjung), untuk kunjungan pada hari Sabtu-Minggu bisa 150 sampai dengan 160 orang," ungkap Wahyudi, Selasa (25/6/2024).

Dalam hal pendakian, pengunjung diharuskan melakukan booking atau mendaftar secara online kepada UPT Tahura. Paling lambat dua hari sebelum menuju lokasi.

"Maksimum H-2 sebelum pendakian, tidak bisa langsung di tempat. Karena butuh persiapan dan pengawasan," katanya.

Empat jalur pendakian, kata Wahyudi, telah dibuka seluruhnya. Yakni Tretes di Prigen, Kabupaten Pasuruan, jalur Tambaksari di Purwodadi, Pasuruan, serta jalur Sumber Brantas di Cangar, Kota Batu, dan terakhir melalui jalur Lawang, Kabupaten Malang.

Pendakian tersebut telah dibuka pasca pemulihan hampir setahun lamanya. Selain penghijauan, juga dilakukan pemulihan fasilitas seperti rambu-rambu jalur pendakian dan wisata.

"Untuk luasan yang ditanami baru sekitar 10 Hektare. Ditanam di jalur Sumber Brantas dan Lawang. Jalur sudah dibersihkan dan perbaikan tanda-tanda atau rambu jalur," tuturnya.

Baca Juga : 5 Ikon Kota Lama Surabaya yang Bakal Segera Diluncurkan

Terkait upaya mitigasi, pihak pengelola menerapkan aturan ketat yang diberlakukan untuk mencegah kebakaran hutan kembali dan hal-hal lain yang tidak diinginkan. "Ada larangan untuk membuat api unggun dan larangan membuang sampah dalam kawasan hutan," tegasnya. 

Sebagai informasi, Gunung Arjuno terletak bersebelahan dengan Gunung Welirang, termasuk Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mrncakup Kabupaten Mojokerto, Malang, Jombang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Batu.

Hutan seluas 27.868,30 hektare itu terbagi sebagai kawasan hutan lindung seluas 22.908,3 hektare dan kawasan cagar alam Arjuno-Lalijiwo seluas 4.960 hektar. Sebelumnya Gunung Arjuno- Welirang juga pernah terbakar hebat pada bulan Agustus 2023 lalu.

Diketahui sejak Sabtu 26 Agustus 2023 terjadi karhutla yang meluas. Dampak kebakaran tersebut, 4.800 hektar lebih area di kawasan Gunung Arjuno-Welirang ludes terbakar. Pemadaman kebakaran dilakukan dengan metode water bombing melalui udara dengan helikopter. Selama proses pemulihan kawasan, pendakian akhirnya ditutup selama hampir setahun.


Topik

Wisata Gunung Arjuno Gunung Welirang pendakian gunung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy