Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Mahasiswa Hanyut saat Latihan Rescue Ditemukan Tewas Tersangkut Bebatuan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

16 - Jun - 2024, 20:41

Placeholder
Anggota Basarnas Jatim saat melakukan evakuasi terhadap jasad mahasiswa yang tewas di bebatuan Dam Bloboh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Istimewa)

JATIMTIMES - Satu mahasiswa bernama Dimas Febriansa (23) warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang yang hanyut terseret arus aliran Sungai Brantas di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Jumat (14/6/2024) akhirnya berhasil ditemukan. 

Komandan Tim Basarnas Jawa Timur (Jatim) Gani Wiratama mengatakan, bahwa korban ditemukan pada Sabtu (15/6/2024) sekitar pukul 17.00 WIB. Pihaknya menyebut, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan tersangkut bebatuan besar di Dam Bloboh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. "Korban tersangkut di bebatuan dan ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia)," ujar Gani, Minggu (16/6/2024). 

Baca Juga : Sambut Musim 2024/2025 dengan Semangat Baru, Persebaya Jajal 5 Pemain Trial

Gani menyampaikan, dalam melakukan pencarian terhadap korban, Basarnas Jatim dibantu oleh Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Malang, Potensi SAR Malang Raya, Polsek Kepanjen dan Koramil Kepanjen yang berjumlah 60 orang personel gabungan. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Basarnas Jatim bersama personel gabungan, korban ditemukan dalam jarak yang cukup jauh dari titik pertama Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK), yakni sekitar 4 kilometer. 

Basarnas menerjunjan delapan unit perahu rafting untuk menyusuri aliran arus Sungai Brantas yang menyeret korban hingga mencapai 4 kilometer. 

Gani pun membeberkan beberapa kendala yang dihadapi dalam melakukan proses pencarian korban hingga melakukan evakuasi terhadap jasad korban. "Yakni arus sungai yang kencang, banyaknya bebatuan obstacle, debit agak turun dan kedalaman medan bervariatif," terang Gani. 

Namun, dari berbagai kendala pencarian korban tersebut, pihaknya masih bisa mengatasi dan berhasil menemukan korban. "Rata-rata bisa kami atasi dengan berbagai metode pencarian," ujar Gani. 

Sementara itu, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kapolsek Kepanjen AKP Moh. Lutfi menyampaikan, bahwa sebelum terseret arus aliran Sungai Brantas, korban bernama Dimas Febriansa (23) bersama dua temannya dari Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (Himpa) Whisnu Citra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yakni Krisna Duta Indonesia dan Ali Lala sedang melakukan latihan keterampilan rescue di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Setelah Lolos Melalui Jalur SNBT, Apa yang Harus Dilakukan?

Kemudian, dikarenakan arus Sungai Brantas yang deras dan debit air yang tinggi membuat korban Dimas Febriansa terseret arus dan tidak dapat tertolong. Akhirnya, kedua temannya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kepanjen.


Topik

Peristiwa mahasiswa hanyut kabupaten malang sungai brantas gani wiratama basarnas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya