JATIMTIMES - Dalam memilih AC untuk rumah atau kantor, sering dihadapkan pada pertanyaan apakah lebih baik memilih AC inverter atau non-inverter. Kedua jenis AC ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.
Melansir Instagram @bapak2id, berikut ini perbandingan antara AC inverter dan non-inverter, mulai dari konsumsi daya, waktu penggunaan, peruntukan ruangan, sampai ke masalah perawatan.
1. Listriknya Irit yang Mana?
Baca Juga : KONI Kota Malang Dukung SIWO Ikuti Piala HUT Ke-110 Kota Malang
Jawabannya tergantung pemakaian. Sebab, dua tipe AC ini beda cara kerja. Cara kerja AC inverter itu mengejar target suhu. Jadi AC inverter harus disetting dulu sampai suhunya tercapai.
Nah daya awal AC inverter ini tinggi sekali. Setelah suhu tercapai barulah kinerja kompressor turun dan listriknya rendah saat sudah stabil.
Sedangkan AC biasa mendinginkan ruangan sampai suhu tercapai baru setelahnya kompressor mati. Dan bakal hidup lagi ketika suhu sudah naik. Selama pendinginan, sampai kompresor mati daya listriknya normal.
2. Lama Waktu Penggunaan AC di Rumah
Konsumsi listrik sangat berpengaruh pada lama waktu penggunaan AC di rumah. AC inverter bakal terasa irit jika dipakai dalam waktu lama. Misalnya untuk tidur 8-10 jam sehari.
Tapi kalau hanya pakai AC sehari cuma 2-3 jam, maka AC standar bisa jadi justru lebih irit listriknya. Sebab, seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC inverter kerja awalnya ugal-ugalan ngejar target suhu dulu, baru turun wattnya ketika kondisi stabil.
3. Peruntukan Ruangan
AC inverter kurang cocok untuk ruangan yang sering buka-tutup. Seperti toko atau kantor. Soalnya, suhu ruangan jadi sering naik. Jadinya AC inverter dipaksa ugal-ugalan terus buat ngejar target suhu. Dan listriknya pasti tinggi terus.
Nah, jika AC standar walaupun kompresornya nyala ketika suhu naik, listriknya tidak akan setinggi AC inverter. Makanya inverter cocoknya buat ruangan, seperti kamar tidur yang stabil dan akan berasa banget hematnya.
4. Harga
Dengan PK atau paard kracht yang sama, AC inverter umumnya jauh lebih mahal dibandingkan AC biasa. Selisihnya lumayan sekali, yakni bisa di atas Rp 1 juta, bahkan bisa lebih buat AC inverter yang sudah canggih.
Sedangkan AC biasa lebih murah. Soalnya, secara sistem dan pirantinya emang jauh lebih sederhana. Makanya biaya produksinya juga lebih rendah.
5. Lebih Bandel Mana?
Baca Juga : Status Quo di Masjid Al Aqsa Yerusalem, Ini Sejarahnya
Sebenernya AC inverter dan AC non-inverter secara bandelnya hampir sama. Namun, ada syaratnya jika kondisi pemasangan, kapasitas pendinginan, dan listriknya sesuai.
Tidak bisa dipungkiri, sebagian AC inverter emang agak rewel sama voltase listrik rumah yang tidak stabil. Terutama buat komponen-komponen IC (integrated circuit)nya yang agak sensitif. Tidak seperti AC standar yang lebih bandel.
6. Maintenance
Jika sifatnya rutin seperti cuci AC berkala, maka perawatannya sama saja. Tidak ada bedanya sama cuci AC biasa. Biayanya juga harusnya sama.
Namun yang agak bikin repot jika ada kerusakan di AC inverter. Soalnya belum semua teknisi AC bisa menangani. Kinerja AC inverter sedikit lebih rumit, harus diatur pakai modul elektronik yang lebih kompleks.
7. Ketersediaan Sparepart
Berdasarkan informasi beberapa teknisi yang dihimpun @bapak2id, sparepart AC inverter ini memang agak lebih susah di pasaran dan harganya juga cenderung lebih mahal. Ada beberapa komponen yang tidak dijual bebas di toko-toko sparepart AC. Jadi, harus benar-benar inden ke dealer atau servis resminya langsung.
Beda sama AC biasa yang kadang bisa di ganti-ganti pake sparepart pasaran.
Demikian 7 hal yang bisa jadi perbandingan, mana yang lebih baik AC Inverter atau Non Inverter. Kesimpulan mana yang lebih baik? Jawabannya balik lagi ke kebutuhan, kondisi, dan pola penggunaan AC.
Jika butuh AC yang nyala lama tiap hari, voltase rumah juga aman dan stabil, terus tidak susah aksesnya ke service center atau teknisinya maka AC inverter cocok. Tapi kalau penggunaan AC hanya sebentar dalam sehari, ruangan sering di buka dan tutup, kondisi listrik tidak stabil, maka AC biasa bakal lebih tepat untuk dibeli.
