Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat: Magnet Wisata yang Memikat di Kampung Coklat Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

17 - Apr - 2024, 21:24

Placeholder
Kirab Budaya 2000 ketupat cokelat di Kampung Coklat Blitar jadi magnet wisatawan.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Ribuan wisatawan memadati wisata edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar pada hari ketujuh perayaan Idul Fitri. Mereka datang untuk mengikuti acara tahunan yang spektakuler, Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat. 

Acara yang telah menjadi tradisi ini tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan. Melainkan juga memperkaya ragam budaya Jawa dengan keunikan ketupat berbahan campuran cokelat.

Baca Juga : Heboh Ceramah Ustazah Ning Umi Laila Ungkit Kasus Narkoba Anak Rhoma Irama, Banjir Komentar Pedas Netizen

Setiap tahun, pada hari ketujuh lebaran, Kampung Coklat Blitar menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat. Tradisi ini telah menjadi acara tahunan yang ditunggu-tunggu. 

Tak hanya bagi warga lokal, acara ini menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah untuk menyaksikan dan ikut serta dalam perayaan tersebut. Tidak hanya sebagai ajang rekreasi, acara ini juga menjadi magnet wisata budaya yang mengundang minat para pengunjung untuk menikmati kekayaan budaya lokal.

Yang membuat Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat begitu unik adalah keberadaan ketupat yang tidak lazim. Selain menggunakan beras sebagai bahan utama, ketupat yang diarak juga dicampur dengan cokelat, memberikan cita rasa yang istimewa dan menarik perhatian pengunjung. 

Hal ini menjadi bukti nyata dari nguri-uri budaya Jawa dalam merayakan tradisi lebaran dengan cara yang unik dan kreatif.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blitar turut menjadikan Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat semakin meriah. Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah, turut hadir secara langsung dalam acara tersebut, memberikan semangat dan dukungan kepada seluruh panitia dan peserta. Keberadaan beliau dalam acara tersebut juga menjadi simbol pentingnya pelestarian budaya dan promosi pariwisata bagi daerah tersebut.

Suasana semakin meriah ketika tumpeng ketupat, yang menjadi pusat perhatian dalam Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat, diarak keliling kampung oleh barisan pembawa tumpeng yang mengenakan busana adat Jawa. Diiringi oleh musik gamelan yang sakral, barisan tersebut membawa sesaji lengkap sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan dalam merayakan Idul Fitri. 

Suasana keakraban dan keharmonisan antara peserta dan pengunjung semakin memperkaya pengalaman budaya bagi semua yang hadir.

Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat bukan hanya sekadar acara tahunan biasa, tetapi juga menjadi wadah untuk merayakan kekayaan budaya lokal sambil mempromosikan pariwisata daerah. Melalui keunikan dan keindahan acara ini, Kampung Coklat Blitar terus menjaga warisan budayanya dan memperkaya pengalaman wisata bagi para pengunjung.

Puncak kemeriahan dari Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat terjadi saat Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah, melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol pembukaan resmi acara. Dalam suasana hening dan penuh khidmat, Bupati Rini dengan hati penuh syukur memotong tumpeng tersebut, menyirami acara dengan berkah dan keberkahan.

Tak lama setelah pemotongan tumpeng, suasana riuh rendah terjadi ketika warga yang hadir berebut tumpeng yang baru saja dikirab. Dengan semangat dan keceriaan, warga saling berbagi tumpeng yang telah dipotong oleh Bupati, menjadi momen yang tak terlupakan dalam perayaan tersebut. Kebersamaan dan kegembiraan terpancar dari ekspresi wajah setiap individu yang turut serta dalam momen berharga ini.

Itulah potret kemeriahan Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat di Wisata Edukasi Kampung Coklat, di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, pada Rabu tanggal 17 April 2024. Acara ini bukan hanya menghadirkan gambaran nyata tentang kekayaan budaya dan tradisi yang dijaga dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat setempat. 

Namun juga menghadirkan pesan perdamaian dan persaudaraan menjadi semakin kuat, memperkaya makna dari setiap momen yang berharga dalam perayaan hari raya Idul Fitri.

Dalam wawancara eksklusif, Kholid Mustofa, pemilik Wisata Edukasi Kampung Coklat, dengan penuh semangat menyampaikan keyakinannya akan pentingnya pelestarian budaya Jawa melalui tradisi Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat.

"Kupatan ini juga sebagai bentuk rasa syukur kami dan juga sebagai doa untuk memulai berkarya satu tahun ke depan. Semoga satu tahun ke depan eksistensi Kampung Coklat diberikan kelancaran dan lebih berkah serta lebih melimpah lagi,” kata Kholid.

Kholid tampak optimis akan masa depan Kampung Coklat, menyiratkan harapannya akan kelangsungan acara budaya tersebut serta pertumbuhan bisnis lokal yang terkait dengannya. Ia juga berbagi pengetahuannya tentang makna di balik pilihan sedekah ketupat cokelat.

"Kenapa kok sodaqoh ketupat cokelat? Karena di hari raya ini kita saling memaafkan, itu maknanya dari kupatan. Dan tentunya untuk wisatawan bisa tahu, kupatan adalah budaya yang terus diuri-uri,” imbuhnya.

Dengan penekanan pada signifikansi budaya dan nilai-nilai tradisional yang terus diwariskan melalui acara seperti ini, Kholid memperjelas pandangan bahwa budaya bukan hanya tentang warisan masa lalu. Tetapi juga tentang menggugah makna yang lebih dalam bagi mereka yang mengunjungi tempat wisata edukasi tersebut.

Baca Juga : Babat Sumber Protein Baik asalkan Tidak Diolah dengan Bahan Ini

"Hari ini, kami menyediakan total 2.500 ketupat cokelat untuk para pengunjung. Persiapan kami sudah dimulai sejak 2 hari sebelumnya," jelasnya.

Dalam sambutannya Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah, menekankan pentingnya pelestarian budaya Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat sebagai aset yang harus dijaga dengan baik.

"Kegiatan seperti Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan tradisi kita, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia luar," tuturnya, dengan tekad untuk memperluas dampak positif dari kegiatan budaya tersebut.

Selain itu, Bupati Rini Syarifah juga mengapresiasi kontribusi dari PT. Kampung Coklat yang telah membantu menggerakkan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar. Kehadiran wisata edukasi Kampung Coklat, menurutnya, telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, bahkan berhasil menekan tingkat pengangguran.

"Dalam Tahun 2023, kita berhasil menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 5,45% menjadi 4,91%, sebuah pencapaian yang luar biasa.Hal ini menunjukkan bahwa obyek wisata edukasi seperti Kampung Coklat memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi lokal," ujar Bupati.

Dengan penuh harapan, Bupati Rini menyampaikan pesan bahwa pengelolaan obyek wisata edukasi ini harus terus dilakukan dengan pendekatan inovatif dan kreatif.

"Kami berharap agar semakin banyak wisatawan yang mengunjungi Kampung Coklat, dan hal ini bisa menjadi dorongan bagi kunjungan wisatawan ke obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Blitar," tambahnya.

Bupati juga menetapkan target ambisius untuk kunjungan wisatawan tahun ini, dengan harapan melampaui angka 3 juta wisatawan. 

"Kunjungan wisatawan di Kabupaten Blitar pada Tahun 2023 telah mencapai 2,8 juta, naik sebesar 9,10% dari tahun sebelumnya. Untuk itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan promosi dan fasilitas pariwisata guna menarik lebih banyak pengunjung ke Kabupaten Blitar," tegasnya.

Dengan demikian, Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat di Kampung Coklat Blitar bukan sekadar acara tahunan biasa, tetapi menjadi magnet wisata budaya yang memikat, memperkaya pengalaman dan pengetahuan tentang kekayaan budaya Jawa, serta menyiratkan pesan perdamaian dan persaudaraan yang kuat. 

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blitar, yang dipimpin oleh Bupati Rini Syarifah, juga menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata lokal.

Melalui keunikan dan keindahan acara ini, Kampung Coklat Blitar terus menjaga warisan budayanya dan memperkaya pengalaman wisata bagi para pengunjung. Puncak kemeriahan acara, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati dan momen berebut tumpeng oleh warga, menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan hari raya Idul Fitri.

Dengan harapan akan terus berkembangnya pariwisata dan pelestarian budaya, serta target ambisius untuk jumlah kunjungan wisatawan, Kampung Coklat Blitar menetapkan langkah-langkah untuk meningkatkan promosi dan fasilitas pariwisata, menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata yang diminati oleh banyak orang. 

Kirab Budaya 2000 Ketupat Cokelat bukan hanya merayakan tradisi, tetapi juga membuka pintu bagi dunia luar untuk mengenal dan menghargai kekayaan budaya lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar.


Topik

Wisata Blitar Rini Syarifah Mak Rini Kampung Coklat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri