MALANGTIMES - Lalu lintas di Jalan Sultan Agung Kecamatan Kepanjen mendadak lumpuh total. Senin (3/9/2018) menjelang magrib, ratusan keluarga rombongan haji, bersiap menyambut kedatangan keluarga mereka. Tangis haru mengiringi kedatangan jamaah yang diangkut menggunakan empat bus tersebut.
Pengawas KBIH Wali Songo Imam Makruf nampak kualahan mengkondisikan keluarga jamaah yang memadati halaman Masjid Agung Baiturrahman tersebut. Imam mengatakan, kloter haji ke 20 ini, mayoritas berasal dari Kecamatan Kepanjen, Donomulyo, Pagak dan sekitarnya. “Total ada 172 jamaah,” terang Imam saat ditemui MalangTIMES.
Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang
Imam menambahkan, rombongan tiba di tanah air dan mendarat di Bandara Juanda. Kemudian menempuh perjalanan menuju Sukolilo sebelum transit ke Masjid Sukorejo Pasuruhan. “Rombongan tiba di tanah air sekitar pukul 9 pagi, kemudian menempuh perjalanan ke Malang menggunakan empat bus dan satu truk khusus untuk mengangkut koper jamaah,” imbuhnya.
Salah satu jamaah Saiful Bakhri, warga Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen, nampak menangis tersedu-sedu ketika bertemu kembali dengan keluarganya. Wajar, bapak dua anak ini, memang tidak bertemu keluarga sejak 22 Juli lalu. Saiful sangat mengapresiasi pemerintah terkait ibadah haji pada tahun ini.
Sebab, di sana (Makkah) dia beserta istrinya mendapat perhatian dan fasilitas yang memadai. Mulai dari konsumsi, tempat penginapan, dan transportasi semua sudah disediakan panitia. “Setelah mendaftar pada 2010 lalu, akhirnya saya beserta istri bisa naik haji,” tutup Saiful sambil merapikan koper yang berisi oleh-oleh haji.
