JATIMTIMES - Para sahabat Rasul adalah orang-orang mulia. Kehidupannya penuh dengan keteladanan dan hikmah bagi umat muslim untuk semakin meningkatkan iman dan takwa, baik untuk masa kini maupun untuk masa depan.
Abu Thalhah merupakan salah satu sahabat nabi yang dikisahkan jenazahnya utuh karena memiliki kebiasaan berpuasa dan berjihad di dalam hidupnya.
Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Bentuk Petugas TFL, Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran
Bahkan, di akhir hayatnya ia pergi meninggalkan dunia dalam keadaan berpuasa. Lantas seperti apa kisahnya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut kisah Abu Thalhah.
Ada satu kisah yang menjelaskan bahwa Abu Thalhah terus mengarungi bumi untuk menegakkan kalimat Allah SWT dan memuliakan agama-Nya.
Pada suatu kisah, ketika pasukan kaum Muslim di masa Khalifah usman bin Affan akan berperang di lautan, Abu Thalhah ikut bersama rombongan. Namun, anaknya seperti tidak mengizinkan karena kondisi Abu Thalhah yang sudah tua renta.
Anak-anaknya memperingatkan dengan menasihati Abu Thalhah perihal umurnya yang sudah renta, namun ia tetap bulat akan tekadnya untuk berjihad dan berlaut bersama pasukan pengembara Muslim lainnya. Seorang anak dari Abu Thalhah berujar:
“wahai Ayahku, engkau sudah sangat tua. Engkau telah berperang bersama-sama dengan Rasulullah, bersama Abu Bakar dan juga Umar bin Khattab. Maka kini, ayah cukup beristirahat, biarkan kami yang berangkat berjihad untuk ayah.”
Maka dijawablah oleh Abu Thalhah dengan sebuah ayat yang menjadi penyemangatnya,
ٱنفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto
“Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” Qur’an Surah At Taubah ayat 41.
Dalam tafsir Al Muyassar, Ayat ini sebagai perintah untuk berjihad. Dikatakan, keluarlah kalian (wahai kaum mukminin), untuk berjihad di jalan Allah baik para pemuda maupun orang-orang yang sudah tua, dalam keadaan apapun.
Berangkatlah Abu Thalhah Al Anshari dalam misi jihad itu. Ia yakin dengan perintah dan janji Allah bagi para hamba yang taat kepada-Nya. Panjang perjalanan kaum muslimin dalam mengarungi samudera. Ketika berada di perjalanan, Abu Thalhah yang sudah tua itu, jatuh sakit hingga akhirnya wafat dalam kapal. Akhirnya, pasukan muslimin mulai mencari sebuah pulau untuk menguburkan jasad Abu Thalhah. Akan tetapi, tak ada satupun pulau yang mereka temukan, hingga tujuh hari lamanya.
Pada waktu selama itu, kondisi jenazah Abu Thalhah tidak berubah sama sekali, bahkan hanya tampak seperti orang biasa yang sedang tidur. Setelah menemukan sebuah pulau, mereka segera menguburkan Abu Thalhah, pulau yang jauh dari keluarga dan saudaranya. Menurut para sejarawan, Abu Thalhah wafat pada tahun sekitar 32 – 34 Hijriah, dan Khalifah Utsman bin Affan sendiri yang menjadi imam shalat jenazahnya.
