Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Kecerdikan Utsman bin Affan Akali Yahudi yang Culas dan Pelit

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

27 - Mar - 2024, 17:59

Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Utsman bin Affan merupakan golongan Assabiqunal Awwalun. Ia juga seorang Khalifah ketiga. Ia juga merupakan sosok yang cerdik. Kecerdikannya terbukti saat Utsman Bin Affan membeli sumur milik Yahudi yang dikenal sangat pelit. 

Kisah ini juga dikisahkan dalam buku The Great Figure of Utsman bin Affan, Kisah Teladan Sang Ahli Sedekah yang Menjalani Sifat Zuhud, karya Shohibul Ulum.

Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto

Bermula saat Rasulullah SAW bersama kaum Muhajirin berada di Madinah. Saat itu terjadi  musim paceklik. Kondisi inipun tentunya sangat menyulitkan kaum Muhajirin yang  sudha terbiasa dengan air zam-zam yang melimpah di Kota Makkah. 

Saat itu, masyarakat pun kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk minum maupun berwudlu. Utsman dan sahabat lainnya pun berupaya untuk mendapatkan air. Tak jauh dari Masjid Nabawi, diketahui tinggal seorang Yahudi. Yahudi tersebut sudah sangatlah terkenal dengan sifat yang culas, pelit dan sifat buruk lainnya. 

Meski begitu, ditempat tinggalnya, terdapat sebuah sumur dengan air melimpah dan jernih. Sumur tersebut diberi nama Bi'r Rumah (sumur Rumah). Namun, tak ada seorangpun yang boleh mengambil air di tempatnya. Ia sangat pelit dan enggan berbagi dengan siapapun meski hanya setetes air. 

Mengetahui masyarakat Madinah banyak yang membutuhkan air, iapun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan bisnis. Ia menjual air pada orang-orang dengan harga yang sangat tinggi.

Orang Madinah yang ingin mendapatkan air bersih harus membayarnya dengan harga satu mudd (setengah gantang) biji padi. Tentunya, hal ini cukup memberatkan kaum Muslimin. 

Karena sangat membutuhkan air, kaum muslimin kemudian terpaksa membeli dari Yahudi tersebut. Bahkan saat itu mereka rela antri panjang agar dapat memperoleh air bersih. Sahabat yang mengetahui hal ini, melaporkan kepada Rasulullah SAW. 

Rasulullah SAW yang prihatin dengan kondisi ini kemudian meminta para sahabat untuk mengupayakan membeli air dari Yahudi tersebut dan diberikan kepada masyarakat tanpa harus membeli.

Rasulullah SAW berkata, "Wahai sahabatku, siapa saja di antara kalian yang membeli sumur Rumah, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka kelak dia di surga,"

Utsman kemudian langsung menyanggupi untuk membeli air dari Yahudi itu. Kemudian ia beranjak untuk mendatangi Yahudi itu untuk membeli air.  Utsman kemudian menawarkan harga yang tinggi untuk membeli sumur milik Yahudi. Namun, Yahudi itu bersikeras tidak menjual sumurnya kepada Utsman.

Yahudi tersebut berdalih, jika menjual sumurnya pada Utsman maka ia tak lagi memiliki penghasilan setiap harinya. Meski begitu, Utsman tak menyerah. Ia terus berupaya mencari cara untuk membeli sumur Yahudi tersebut. 

Baca Juga : 5 Rekomendasi Foundation Favorit Para MUA, Makeup Tahan Lama Seharian di Hari Lebaran

Utsman kemudian mengatakan kepada Yahudi untuk membeli air sumurnya setengah. Utsman berkata, begini, jika engkau setuju, kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu, kemudian lusa menjadi milikku lagi, demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?".

Mendengar tawaran Utsman, Yahudi itu mulai tergoda. Ia berfikir akan mendapatkan uang yang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumurnya.

Akhirnya Yahudi itu setuju menerima tawaran Utsman. Sehingga, pada hari itu sumur Yahudi itu menjadi milik Utsman. Dibelinya sumur itu seharga 12 Dirham. Seperti yang dikatakan Utsman sebelumnya, bahwa Sumur itu digunakan secara bergiliran oleh Utsman dan Yahudi tersebut. 

Ketika giliran Utsman, maka sumur itu disedekahkan kepada orang-orang. Mereka dapat mengambil air sumur secara cuma-cuma. Utsman pun mengabarkan kabar tersebut kepada para kaum muslimin dan mempersilahkan mereka untuk mengambil air secukupnya.

Keesokan hari, dimana giliran Yahudi yang berhak memanfaatkan sumur tersebut. Namun pada hari itu, ia justru mendapati sumurnya sepi. Tak ada satu orangpun yang antri untuk mengambil air.

Menyadari ia merasa rugi menjual sumur kepada Utsman, kemudian Yahudi mendatangi Utsman. Disitu, Yahudi tersebut kemudian menawarkan kepada Utsman untuk membeli setengah sumur miliknya dengan harga yang sama. 

Mendengar hal itu, Utsman langsung menyetujui tawaran Yahudi itu. Utsman pun langsung membelinya dan kemudian sebelumnya sumur tersebut menjadi milik Usman. Sampai akhirnya, Utsman pun berhasil memiliki Sumur tersebut dan kemudian menyedekahkan kepada orang-orang.

Dan sejak saat itulah, Sumur tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang-orang, termasuk Yahudi tersebut. Utsman membebaskan siapapun untuk mengambil air secara gratis.


Topik

Agama utsman bin affan kisah sumur yahudi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana