JATIMTIMES - Salat witir adalah salat yang dilaksanakan selepas menunaikan ibadah di malam hari. Di bulan Ramadan, salat witir biasa dikerjakan setelah salat tarawih karena salat tarawih termasuk ke dalam qiyamul lail.
Ibadah salat tarawih bisa dilakukan secara berjamaah atau sendirian dengan jumlah rakaat 8 atau 20 rakaat. Barulah setelah ibadah salat tarawih usai, kemudian dilanjutkan dengan ibadah salat witir.
Baca Juga : Melalui Musrenbang, DPUPRPKP Kota Malang Bisa Bantu Makam yang Dikelola Masyarakat
Salat witir merupakan sholat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil paling sedikit satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat, hal tersebut sesuai dengan etimologinya yang memiliki arti ganjil. Secara umum, umat muslim yang ada di Indonesia menjalankan sholat witir dengan jumlah tiga rakaat.
Lantas bagaimana bacaan setelah melaksanakan salat Witir? Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya:
Doa Setelah Salat Witir
Selepas sholat witir umat muslim melakukan pembacaan doa. Berdasarkan hadits riwayat At-Thabrani, hadits sebagaimana di dalamnya meriwayatkan kebiasaan Rasulullah selepas menjalankan salat witir sebagai berikut:
عَنْ أَبَيَ بْنِ كَعْبٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَمَدَّ بِالْأَخِيرَةِ صَوْتَهُ، وَيَقُولُ: رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوح. [رواه الطبراني]
Artinya: "Diriwayatkan oleh Ubay bin Kaab, adalah Rasulullah SAW melakukan sholat witir dengan membaca surat "Sabbihisma rabbikal a'la" (al-A'la), dan surat "Qul ya ayyuhal kafirun" (al-Kafirun) dan surat "Qul huwallahu ahad" (al-Ikhlas). Apabila telah selesai salam, beliau membaca "Subhanal malikil quddus tiga kali dengan memanjangkan suaranya pada (bacaan) yang ketiga. Kemudian beliau membaca "Rabbil malaikati war-ruh"." (HR. at-Thabrani dalam Mu'jam al-Ausath no.8115 Bab Mim)
Dalam buku 'Tuntunan Ramadlan' yang disusun oleh PP Muhammadiyah, terdapat dua bacaan yang dianjurkan untuk dibaca selepas salat witir. Pembacaan doa ini dilakukan sebanyak tiga kali dengan suara yang nyaring, berikut merupakan bacaannya:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Subhaanal malikil qudduus.
Artinya: "Maha Suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih" (3x)
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Rabbil malaikati war-ruhhi
Artinya: "Yang menguasai para malaikat dan ruh/Jibril" (1x)
Waktu Pelaksanaan Salat Witir
Waktu pelaksanaan salat witir dikerjakan dalam rentang waktu setelah salat isya hingga menjelang sholat subuh. Namun, dianjurkan untuk menjalankan salat witir di awal malam sehingga menghindari kekhawatiran tidak bangun saat sepertiga malam terakhir. Dijelaskan lebih jauh melalui hadits riwayat Muslim sebagai berikut:
مَنْ عَن مِنكُمْ أَنْ لَا يَسْتَه أجره يوير أوله ومن من مِنكُمْ أنه يستيقط آخِرَهُ طُيُويرُ آخِرَهُ فَإِن صلاة أجر اللَّيْلِ مَحْضُورَةٌ وَهِيَ أَفْضَلُ
Baca Juga : Gus Iqdam Sebut Palestina Aman dan Nyaman, Berikut Sederet Fakta yang Terjadi
Artinya: "Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah dia melakukan witir di awal malam dan barangsiapa yang merasa mampu bangun di akhir malam, maka hendaklah dia witir di akhir malam, karena salat di akhir malam dihadiri (para malaikat) dan ia lebih utama." (HR. Muslim).
Manfaat Melaksanakan Salat Witir
Dalam buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas III karya Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan sholat witir akan mendapatkan beberapa manfaat, yaitu di antaranya sebagai berikut:
