Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pawai Ogoh-Ogoh: Seni, Kebersamaan dan Spiritualitas dalam Merayakan Nyepi di Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Mar - 2024, 22:32

Placeholder
Kemeriahan pawai Ogoh-Ogoh di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. (Foto: Tim JatimTIMES)

JATIMTIMES - Semangat perayaan menjelang Hari Raya Nyepi begitu terasa di Kabupaten Blitar. Di tengah kesibukan keseharian, masyarakat Hindu di sini bersiap untuk merayakan perayaan Nyepi dengan penuh kegembiraan. 

Salah satu momen yang begitu dinantikan adalah Pawai Ogoh-Ogoh, sebuah tradisi yang tak lekang oleh waktu dan tetap menjadi sorotan setiap tahunnya.

Baca Juga : Sambut Nyepi, Masyarakat Hindu di Kota Malang Arak Ogoh-Ogoh Keliling Kota

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946, Pawai Ogoh-Ogoh telah menjadi salah satu ikon yang mempesona di Kabupaten Blitar. 

Puluhan ogoh-ogoh, patung raksasa yang menyerupai makhluk mitologis, berjejer rapi memenuhi jalan-jalan utama di Kecamatan Wlingi, Minggu (10/3/2024). 

Bentuk-bentuk unik dan kreativitas dalam pembuatannya mencerminkan keberagaman budaya dan seni yang dimiliki oleh masyarakat Hindu di daerah ini.

Menurut Ketua Panitia Pawai Ogoh-Ogoh Blitar, Setiyoko, pawai tersebut bukan hanya sekadar parade seni rupa semata, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam ajaran agama Hindu. 

"Pawai ogoh-ogoh ini adalah simbol untuk mengusir roh jahat dan malapetaka menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Ini adalah upaya kami untuk menyucikan lingkungan dan membersihkan diri dari energi negatif," ungkap Setiyoko dengan penuh semangat.

Setiap ogoh-ogoh yang dipamerkan dalam pawai ini adalah hasil karya dari masing-masing pura yang tersebar di seluruh Kabupaten Blitar. Dari setiap sentuhan tangan yang penuh dedikasi, terciptalah karya seni yang megah dan mengagumkan. 

Ada yang menyerupai dewa dan dewi, ada yang menggambarkan makhluk mitologis, namun semuanya memiliki tujuan yang sama: mengusir kejahatan dan memperkuat spiritualitas.

Berjalan menyusuri rute sepanjang 4 kilometer, ogoh-ogoh tersebut diarak dengan penuh kehormatan. Dimulai dari kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Wlingi, ribuan mata memandang dengan kagum saat ogoh-ogoh melintasi jalan-jalan kota. 

Suara gemuruh gamelan tradisional yang mengiringi pawai semakin menambah kesakralan acara tersebut.

"Sesungguhnya, momen ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa bagi kami. Melihat ogoh-ogoh berjalan di depan mata memberi kami rasa kebanggaan dan ketenangan," ujar salah seorang warga yang menyaksikan pawai tersebut.

Masyarakat Hindu di Kabupaten Blitar tidak hanya menyambut pawai ini dengan antusias, tetapi juga terlibat aktif dalam persiapan dan pelaksanaannya. Mulai dari pembuatan ogoh-ogoh hingga pengaturan rute pawai, semua dilakukan dengan penuh semangat dan kebersamaan. 

Baca Juga : Arti ‘Closingan’, Bahasa Gaul yang Trending X Jelang Puasa Pertama

"Ini adalah wujud nyata dari kebersamaan dan solidaritas dalam menjaga tradisi leluhur kami," tambah Setiyoko.

Saat pawai dimulai tepat pukul 12.00 WIB, suasana di sepanjang rute menjadi semakin hidup. Ribuan warga berkumpul di pinggir jalan, menunggu dengan penuh harap dan kegembiraan. Mereka membawa keluarga dan teman-teman, siap menyaksikan pertunjukan visual yang spektakuler.

Ketika ogoh-ogoh berjalan melewati mereka, sorak-sorai terdengar memenuhi udara. Tepuk tangan bergema, sementara anak-anak melompat-lompat dengan gembira. Aura kebahagiaan dan kebersamaan terasa begitu kental di udara. 

"Tidak ada yang dapat menggambarkan betapa meriahnya pawai ini. Rasanya kami semua menjadi satu dalam momen ini," ujar seorang ibu yang menghadiri acara tersebut bersama keluarganya.

Di tengah semaraknya pawai, Setiyoko juga menyampaikan pesan penting tentang arti sebenarnya dari perayaan Nyepi. 

"Selain sebagai momen introspeksi dan refleksi diri, Nyepi juga mengajarkan kita untuk menemukan kedamaian dalam diri dan menghormati alam semesta. Semoga dengan pawai ini, kami dapat menyebarkan pesan-pesan tersebut kepada masyarakat luas," tuturnya dengan penuh harap.

Saat matahari semakin condong ke barat, pawai ogoh-ogoh semakin mendekati akhirnya. Namun, semangat dan kenangan akan tetap hidup dalam ingatan semua yang menyaksikannya. Dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, masyarakat Hindu di Kabupaten Blitar menyelesaikan pawai ogoh-ogoh dengan sukses dan kebahagiaan yang membara.

Pawai Ogoh-Ogoh tidak hanya sebuah perayaan, tetapi juga sebuah tradisi yang membawa makna dan keberkahan bagi mereka yang terlibat. Dengan berbagai bentuk ogoh-ogoh yang megah dan kreatif, serta semangat kebersamaan yang menyelimuti acara tersebut 

Pawai Ogoh-Ogoh telah menjadi momen yang tak terlupakan bagi masyarakat Hindu di Kabupaten Blitar. Semoga tradisi ini tetap lestari dan terus memperkuat ikatan spiritual dan budaya di tengah-tengah mereka.


Topik

Peristiwa Blitar pawai ogoh ogoh nyepi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri