JATIMTIMES - Empat puluh tujuh nama pendiri pembangunan PT Selecta dihadirkan lewat sebuah monumen yang berdiri megah di Taman Rekreasi Selecta Kota Batu. Monumen itu baru dihadirkan di usia Selecta yang genap 74 tahun.
Monumen berwarna putih setinggi 3,2 meter itu bakal terlihat oleh pengunjung saat berjalan menuju ke Taman Rekreasi Selecta. Tepatnya berada di area akuarium atau pintu masuk vertical garden berbentuk cinta.
Tampak ornamen jam juga dihadirkan menambah nuansa klasik pada monumen tersebut. Ukiran tangan 47 nama itu dibuat dengan warna emas agar tampak di atas batu marmer hitam. Pada malam hari pun, monumen itu akan tetap terlihat karena dilengkapi dengan sorot lampu.
Monumen ini semakin tampak mewah dan indah karena tepat di belakangnya terdapat akuariuam sepanjang 28 meter. Ditambah taman yang tertata apik dan pohon menjulang tinggi.
“Ke-47 nama pendiri pembangunan ini telah berjasa. Keabadian waktu tetap diingat,” ucap Direktur Utama PT Selecta Sujud Hariadi.
Sujud menambahkan, semula monumen 47 tokoh pendiri pembangunan PT Selecta ini sebenarnya sudah ada sejak 1990 silam. Namun, saat itu terletak di dalam area wisata karena pos tiket juga ada di dalam.
Seiring perluasan area Selecta, pos tiket di pindah ke depan. Sehingga, monumen tidak begitu terlihat. “Akhirnya kami remajakan dengan diletakkan di depan,“ imbuh Sujud.
Sujud pun menceritakan sejarah hadirnya Taman Rekreasi Selecta yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Mulanya pembangunan Selecta diinisiasi oleh warga Belanda bernama Ruyter De Wildt pada tahun 1930.
“Lalu Jepang masuk, diambil alih. Namun, tahun 1945 Selecta kosong tidak ada yang memiliki. Setelah agresi militer Belanda pada tahun 1949, pemuda dan tokoh masyarakat desa sekitar Selecta berinisiatif untuk menghidupkan Selecta kembali,” ungkap Sujud, Jumat (26/1/2024).
Padahal saat itu kondisi Selecta sudah terbengkalai, bahkan sudah ditanami sayuran oleh warga. Namun untuk kembali menghidupkan Selecta tidak dapat serta-merta karena waktu itu sudah berbentuk PT yang dimiliki oleh warga Belanda.
Karena itu, 47 tokoh sepakat untuk membeli Selecta. “Pada tahun 1949 Selecta dibeli dengan harga Rp 305 ribu. Zaman dulu (jumlah segitu) sudah banyak banget. Zaman itu emas satu gram hanya 10 rupiah,” terang Sujud.
Karena mahal, akhirnya melibatkan masyarakat dengan cara menjual saham harganya Rp 100 per lembar waktu itu. Dan terkumpul 5.000 saham untuk membeli Selecta.
“Setelah dibeli pada 1949, kemudian Taman Rekreasi Selecta diresmikan setahun pada tahun 1950. Saat ini saham PT Selecta telah dimiliki oleh 1.110 persero atau orang,” tutup pria yang juga ketua PHRI kota Batu ini.
Diketahui angka kunjungan wisatawan sebelum pandemi covid-19 ke Selecta tembus 1 juta. Hanya, setelah pandemi covid-19 tahun 2023, angka kunjungan mencapai 715.709 orang.
Topik
Serba Serbi
Taman Rekreasi Selecta
Selecta
destinasi wisata
Kota Batu
UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK
Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :
Penulis
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy