JATIMTIMES - Kikir menjadi salah satu sifat yang tercela dalam Islam. Ancaman dan dosa bagi mereka yang memiliki sifat ini tidaklah main-main. Sebab, syariat telah melarang hal tersebut dan telah ditegaskan dalam berbagai hadits maupun ayat Al-Qur'an.
Sebuah hadist riwayat Thabrani dari Jabir RA, Rasulullah SAW, bersabda, "Apakah ada penyakit yang lebih berbahaya daripada sifat bakhil (pelit) ?".
Baca Juga : Khusyuknya Zikir Moloekatan Gus Miek di Kediaman Mantan Wabup Tulungagung
Tak dipungkiri, sifat ini banyak menjangkiti berbagai kalangan, mulai dari kalangan kaya hingga mereka yang tak mampu. Ketika mengeluarkan sesuatu untuk kebaikan, tangan mereka terasa berat untuk mengeluarkan. Tetapi, ketika soal urusan dunia, mereka bakal mengeluarkan harta mereka dengan ringan tangan.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Qasas ayat 78. "Qarun berkata: 'Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku'. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?".
Ustadz Dr Firanda Andirja menjelaskan, bahwa sesungguhnya bakhil atau pelit itu terdapat dua tingkatan. Pelit terhadap orang lain dan pelit terhadap diri sendiri. Hal ini banyak dilakukan untuk mengumpulkan harta agar menjadi kaya. Tanpa mereka sadari, sesungguhnya mereka terjerumus dalam kemiskinan yang ingin dihindari dan malah menjauhkan diri dari kekayaan yang justru dikejarnya.
Imbasnya, bukan hanya pada dirinya sendiri, tapi juga berimbas pada keluarga, anak dan istrinya yang menjalani gaya hidup fakir. Belum lagi, ketika di akhirat, mereka harus menjalani hisab panjang karena harta yang dikumpulkan.
'Ia hidup di dunia seperti hidupnya kaum faqir sementara ia dihisab dengan hisab orang-orang kaya'. Allah SWT menghendaki kehidupan yang sedang. Artinya tidaklah pelit dan tidaklah boros."
Baca Juga : Hadits Rasulullah Tentang Tanduk Setan, Begini Maknanya
Dalam Al-Qur'an surat Ali Imran 180, Allah SWT berfirman, "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat".
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah jika memberi kepada hambaNya sebuah kenikmatan maka Allah suka melihat dampak nikmat tersebut pada hambaNya".
Dampak sifat kikir cukuplah dahsyat. Sifat ini dapat memicu adanya kezaliman, putus tali silaturahmi, maupun munculnya sebuah kemaksiatan. Hadits riwayat Ahmad dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata, "Jauhkanlah diri kalian dari sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itu telah menghancurkan umat-umat sebelum kalian. Kikir mendorong mereka berbuat zalim, lalu zalimlah mereka. Mendorong mereka memutuskan silaturrahim, lalu mereka pun memutuskannya. Mendorong mereka untuk berbuat jahat, lalu berbuat jahatlah mereka. Kezaliman membawa banyak kegelapan di hari kiamat. Jauhkanlah diri kalian dari perbua pokoktan buruk, karena sesungguhnya Allah tidak mencintai perbuatan ya dan tindakan yang buruk".
