Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Alasan Ini yang Membuat Desa Lebakharjo Dijuluki Desa Pramuka yang Mendunia

Penulis : imam syafii - Editor : Heryanto

15 - Aug - 2018, 05:13

Placeholder
Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna (tengah) bersama Gubernur Jatim, Soekarwo (kiri) saat menghadiri pembukaan KPN 2018 di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Selasa (14/8/2018). (foto : Yogi Iqbal Rizkiawan/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mungkin tidak banyak yang tahu mengapa event nasional pramuka yang mendatangkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia memilih ditempatkan di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Ternyata, desa ini memiliki sejarah tentang perjuangan pramukaan yang tidak banyak diketahui orang.

Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar

Desa Lebakharjo ternyata pernah menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Asia Pasifik Community (Aspac) tahun 1978 dan tempat digelarnya World Community Development Camp (Comdeca) pada tahun 1993.

Karena itu,  bukan tanpa alasan Desa Lebakharjo dipilih Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Karang Pamitran Nasional (KPN) 2018 mulai (13-19/8/2018).

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengatakan kegiatan akbar pramuka lima tahunan skala nasional ini merupakan ajang silaturahmi dan nostalgia antara pembina dan pelatih pramuka se-Indonesia.

"Memang dari kwarnas sendiri sudah menetapakan Desa Lebakharjo sebagai Desa Pramuka. Bahkan pesertanya yang hadir mayoritas mantan peserta Aspac maupun Comdeca," kata Rendra Kresna saat menghadiri pembukaan KPN 2018 dan peringatan Hari Pramuka ke-57, Selasa (14/8/2018)

"Sehingga mereka di sini bernostalgia bersama pembina dan pelatih pramuka se-Indonesia," ungkap orang nomor satu di Pemkab Malang itu.

Lebih lanjut, Rendra menerangkan bahwa KPN 2018 sebagai ajang bernostalgia antar pembina pramuka tingkat nasional karena dulunya mereka ini masih menginjak usia pelajar saat menghadiri Aspac dan Comdeca tersebut.

"Artinya pembina yang datang ke sini bisa saling berkumpul saling mengenal dan persaudaraan menyambung terus. Karena mereka dulunya juga pernah datang ke sini saat acara kepramukaan Aspac maupun Comdeca beberapa tahun lalu," terangnya.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Menurutnya, pemilihan Desa Lebakharjo menjadi Desa Pramuka ini tidak asal penunjukan saja. Tapi melalui proses sejarah kepramukaan yang sudah dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia.

"Sebanyak dua kali kegiatan pramuka skala Internasional digelar desa ini seperti Aspac tahun 1978 dan Comdeca tahun 1993," kata Ketua DPW Partai Nasdem Jatim itu. 

Lebih lanjut dia menerangkan bahwa di desa tersebut masyarakatnya sudah sangat familiar karena mayoritas masyarakat sekitar dulu adalah anggota pramuka.

Terbukti, nama jalan di Desa Lebakharjo semuanya memakai nama kepramukaan seperti  Jalan Sangga, Siaga Putri, Penggalang dan simbol pramuka lainnya. Bahkan, setiap rumah warga ada simbol Dasa Dharma Pramuka dan Tri Satya.

"Kami menilai acara KPN 2018 yang berbasis kepramukaan digelar di sini itu sangat tepat sekali. Pastinya kami sangat mengapresiasi dan bangga Kabupaten Malang menjadi tuan rumah acara pramuka nasional ini," pungkasnya.


Topik

Peristiwa berita-malang event-nasional-pramuka Dasa-Dharma-Pramuka-dan-Tri-Satya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

imam syafii

Editor

Heryanto