JATIMTIMES - Para pendekar silat di Tulungagung yang jumlahnya ratusan, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) setempat.
Anggota perguruan pencak silat yang diketahui dari Persaudaraan Setia Hari Terate (PSHT) ini datang ke Pengadilan Negeri Kabupaten Tulungagung untuk memberikan suport dalam pra peradilan terhadap kasus meninggalnya anggota PSHT dalam sebuah latihan, Kamis (04/01/24).
Baca Juga : Polisi Turun Tangan Datangi Rumah Terdampak Akibat Puting Beliung di Tulungagung
Kasus yang saat ini di pra peradilankan itu bermula saat senior perguruan melatih juniornya dengan latihan gerakan pada Sabtu (18/11/23).
Namun pada Rabu (22/11/23) diketahui junior yang dilatih senior itu meninggal dunia.
Atas peristiwa ini, polisi menetapkan seorang berinitial DD sebagai tersangka atas kejadian itu, dengan korban adalah RB (15) warga Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Tim Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) Persaudaraan Setia Hari Terate (PSHT) cabang Tulungagung, merasa ada kejanggalan dengan jeda waktu latihan terakhir dan meninggalnya korban.
Mereka menganggap kepolisian dinilai janggal dalam memproses hukum.
“Kami mengikuti apa yang diagendakan dalam sidang inioleh pihak PN. Semoga besuk pihak termohon, Kasat Reskrim Polres Tulungagung, bisa memberikan jawaban,” ungkap Nur Indah SH, salah satu anggota LBH usai sidang kedua itu.
Menurutnya, hari ini untuk kedua kalinya sidang pra peradilan digelar, setelah sidang pertama pada 28 Desember 2023 lalu.
Baca Juga : BPBD Ungkap Nyaris 100 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Tulungagung
Berbeda dengan hari ini, saat itu pihak kepolisian tidak hadir secara lengkap. Dari materi yang diajukan LBH yang mewakili PSHT, semua mendapat tanggapan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tulungagung.
Pihak termohon, yakni Kasat Reskrim Polres Tulungagung memberikan jawaban secara tertulis dan akan disampikan Jum'at (5/1/2024) besok.
“Harapan Kami, semoga pra peradilan ini bisa dikabulkan,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta aksi, Irfan, asal Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, saat ditemui awak media menyatakan tujuan mereka mendatangi PN Tulungagung adalah sebagai aksi solidaritas dan suport terhadap saudara seperguruan.
“Ini sebagai aksi solidaritas dan suport terhadap sesama saudara seperguruan,” jelasnya.
