Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Mandara Giri Semeru Agung: Pura Tertua Indonesia di Lumajang, Jejak Keanekaragaman dan Keharmonisan  

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Dec - 2023, 12:28

Pura Mandara Giri Semeru Agung.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Pura Mandara Giri Semeru Agung.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Di tengah kekayaan budaya Indonesia yang memukau, sebuah peradaban agung berkembang di Lumajang, Jawa Timur. Meskipun wilayah ini mayoritas dihuni oleh warga non-Hindu, kisah sebuah pura tertua Indonesia, Mandara Giri Semeru Agung, menempatkan Lumajang dalam peta keberagaman agama yang mempesona.

Sejarah panjang pura ini merujuk pada era 1960-an hingga 1970-an, ketika umat Hindu di Lumajang merindukan sebuah tempat ibadah yang sesungguhnya. Proses pembangunannya berangkat dari upacara Nuur Tirta, ritual pengambilan air suci dari Patirtaan Watu Kelosot di kaki Gunung Semeru.

Baca Juga : Wulan Kapitu, Kendaraan Dilarang Masuk Bromo, Catat Tanggalnya!

Para penganut Hindu dari Bali yang berpartisipasi dalam upacara Nuur Tirta harus menempuh perjalanan darat selama 9-11 jam. Tidaklah pantas bagi mereka untuk membawa air suci ke dalam hotel setelah upacara, mendorong keinginan untuk mendirikan pura di sekitar lokasi ritual. Namun, menghadapi tantangan besar terkait perolehan izin dan pengumpulan dana, semangat mereka tidak surut.

Tantangan pertama muncul dari penolakan Bupati Lumajang terhadap lokasi pura yang berada di pemukiman non-Hindu. Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) kemudian menawarkan lokasi alternatif di Desa Kertasari, namun ditolak karena wilayah tersebut merupakan aliran lahar Gunung Semeru.

Namun, kerukunan antar-umat beragama di Kecamatan Senduro menjadi fondasi persetujuan akhir untuk pendirian pura. Dengan kebulatan tekad, niat baik, dan kerja keras, izin akhirnya berhasil didapat dan dana terkumpul. Masyarakat setempat bersatu untuk membangun Pura Mandara Giri Semeru Agung.

Meskipun awalnya hanya memiliki luas 25 x 60 meter, pura ini terus berkembang. Luasnya bertambah menjadi 25 x 65 meter dan saat ini meluas hingga mencapai dua hektare. Biaya pembangunan yang semula hanya Rp40 juta dari panitia pembangunan, dan Rp90 juta dari hasil penggalangan dana, kini telah melonjak hingga mencapai Rp1,8 miliar.

Pura Mandara Giri Semeru Agung bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga memfasilitasi rangkaian upacara Nuur Tirta secara lebih praktis. Sebelumnya, para penganut Hindu yang ikut dalam upacara ini harus menginap di hotel setelah mengambil air suci dari Gunung Semeru untuk membawanya ke Pura Agung Besakih. Kini, proses ini bisa dilakukan dengan lebih efisien dan langsung.

Baca Juga : Buntut Agos Gemoy Disomasi karena Hapus Stiker Caleg, Netizen Serbu Medsos NasDem

Seiring waktu, upacara Nuur Tirta yang merupakan bagian dari prosesi Agung Karya Ekadasa Rudra di Pura Agung Besakih menjadi lebih terfasilitasi berkat kehadiran Pura Mandara Giri Semeru Agung. Upacara sakral ini, yang pertama kali dilakukan pada Maret 1963, lalu diadakan lagi pada tahun 1979, kini dapat berlangsung dengan lebih lancar dan efisien.

Dalam kesederhanaannya, Pura Mandara Giri Semeru Agung bukan hanya menjadi bukti sejarah, melainkan juga simbol kebersamaan, cinta, serta kerjasama antar-umat beragama. Keberadaannya membawa pesan tentang pentingnya menjaga harmoni dan toleransi di tengah perbedaan keyakinan.

Pura ini menjadi tonggak bersejarah dalam cerita keberagaman agama di Indonesia, sebuah cerminan bahwa kerukunan adalah pondasi utama bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Keberhasilan pendirian pura ini mengajarkan kepada semua orang tentang kekuatan kesatuan dalam perbedaan, menjadi sebuah cerita inspiratif yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Sejarah lumajang Mandara Giri Semeru Agung gunung semeru


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni