JATIMTIMES. Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa memastikan pembangunan Pelabuhan Branta Pesisir akan dilaksanakan tahun 2024 yang akan datang.
Hal itu disampaikan Aliyadi saat mengunjungi pelabuhan nelayan Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Rabu (25/10/2023) siang.
Baca Juga : Kabupaten Malang Ditetapkan sebagai ODF ke-27 oleh Pemprov Jatim
Menurutnya, pembangunan pelabuhan bagi nelayan yang direncanakan tahun depan lantaran banyaknya keluhan dari masyarakat mulai dari tidak adanya pelabuhan yang memadai bagi nelayan.
"Pembangunan pelabuhan sudah saya minta tadi agar bisa dimulai tahun 2024, karena kami punya kewenangan dan kewajiban memberikan anggaran itu. Mereka yang mengusulkan kami yang menyetujui,” katanya.
Selain itu, keluhan lain juga disampaikan oleh nelayan mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak bagi nelayan, hingga izin operasional kapal nelayan.
"Kami datang kesini untuk memastikan kebutuhan ril teman teman nelayan di sini, kami dapat banyak aspirasi yang sebelumnya juga disampaikan saat audiensi di DPRD Jawa Timur. Makanya dinas teknis kami bawa kesini agar mereka sama-sama tahu apa yang menjadi kebutuhan itu tadi,” jelas Aliyadi
Pihaknya berjanji akan terus mengawal hal tersebut, karena menurutnya, keberadaan pelabuhan bagi nelayan sangat menunjang usaha nelayan yang akan menunjang pendapatan ekonomi.
Baca Juga : Terkait Pemilu 2024, Gus Hamim: Yang Dipilih Mayoritas Warga NU Biasanya Menang
Sementara itu, Ketua Aliansi Nelayan Indonesia (ANI) Pamekasan H. Wardan menyampaikan, keinginan para nelayan sederhana, yakni adanya pelabuhan sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan.
H. Wardan mengaku para nelayan hanya ingin aman saat bekerja, karena setiap tahun di wilayahnya itu selalu makan korban dua sampai tiga kapal nelayan yang tenggelam.
"Pelabuhan yang ada saat ini belum memenuhi kebutuhan kami. Karena lebih banyak kapalnya dari pada lahan pelabuhannya. Sementara yang ada, milik syahbandar,” tutupnya.
