Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya

Pengen Tampil Beda Pakai Scarf, Buat yang Enggak Berkerudung Juga Bisa Lho

Penulis : Wahida Rahmania Arifah - Editor : Heryanto

26 - Jul - 2018, 13:00

Placeholder
Gaya pakai scarf ala fashionista Biasa Liu (foto: Instagram)

Kenal dengan istilah scarf? Mungkin sebagian dari kita akrab dengan scarf karena mengenalnya sebagai kain penutup kepala alias hijab bagi muslimah. Padahal scarf tidak hanya berfungsi menutupi kepala.

Dalam sejarahnya, scarf ternyata sudah berkembang sejak zaman Romawi Kuno. Diolah dari berbagai sumber, scarf pada saat itu berfungsi sebagai kain penyeka keringat yang disebut dengan sadarium.

Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19

Lantas, scarf dikembangkan menjadi mode pria. Cara mengenakan scarf saat itu dengan melilitkan di leher atau diikatkan ke ikat pinggang. 

Di era modern, mode scarf dipakai juga untuk kaum hawa. Fashionista, kalangan pemerhati mode, menggunakan scarf di berbagai suasana. Salah satu dari fashionista itu ialah Jiawa Liu.

Seorang fotografer sekaligus fashionista yang tinggal di Paris, Prancis dan Sydney, Australia. Liu cukup beken di sosial media. Pengikut setia Liu sebesar 202.000. Dalam unggah di akun yang ia beri nama @beigerenegade itu ia memakai scarf untuk menutupi sebagian rambut.

Istilah scarf dalam dunia mode adalah sehelai kain yang dipakai di leher, kepala ataupun pundak dengan tujuan fashion atau alasan religius. Jadi jelas disini bahwa dunia mode mengenal istilah scarf untuk dua kondisi yakni gaya busana dan keagamaan.

Scarf juga diartikan sebagai penambah style berbusana baik untuk casual (sehari-hari) maupun saat resmi. Untuk penggunaan di acara fashion dapat diikat di leher, diselempangkan di bahu, atau pun dibuat pita di leher.

Nah, ada yang menyamakan istilah scarf dengan shawl. Padahal keduanya memiliki perbedaan meski kalangan mode identik menyebut kain penutup kepala dengan satu istilah yakni scarf. Shawl memang sama-sama secarik kertas yang diikatkan di leher.

Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?

Bukan hanya itu shawl juga sama seperti scarf punya bentuk panjang atau segitiga. Akan tetapi, shwal biasanya menggunakan kain yang lebih tebal sebab shawl digunakan pada musim dingin. 

Ada juga yang menyamakan scarf dengan syal. Akan tetapi scarf dan syal sesungguhnya memiliki perbedaan. Dari segi ukuran, scarf lebih kecil ketimbang syal. Umumnya syal berukuran 70 sentimeter. Karena ukuran yang cukup lebar, syal banyak dikreasikan untuk menutupi bagian bahu hingga menjuntai ke seluruh tubuh. (*)


Topik

Gaya style-berbusana fashion scarf



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wahida Rahmania Arifah

Editor

Heryanto