JATIMTIMES - Belasan rumah warga Kp. Campalok di RT 02, 03 dan 04 /RW 6 Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa rusak akibat diterjang angin puting beliung, Selasa (26/9/2023) Malam, bahkan satu rumah diantaranya rusak total menjadi puing-puing reruntuhan.
Diketahui kondisi angin di wilayah Kabupaten Situbondo pada hari Selasa memang lumayan kencang, hingga pada sore hingga malam terjadi angin puting beliung di lokasi tersebut. Akibat angin puting beliung tersebut warga berhamburan keluar rumah.
Baca Juga : Bupati Ngawi Ony Tebar 15 Ribu Bibit Ikan di Embung Selo MajidĀ
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi dan Penangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono mengungkapkan terdapat total 14 rumah warga yang terdampak dengan rincian tingkatan kerusakan rusak sedang 4, rumah rusak ringan 7 rumah.
"Rusak berat ada 2 rumah yaitu milik Tohawi, warga Rt 04 RW 06 yang mengalami kerusakan berat karena asbes dan atap hancur begitu juga milik Pak Siraju warga RT 03/RW 06, serta 1 rumah milik Rahmatun rumahnya roboh dan dengan kondisi rusak total," ungkap Puriyono, Rabu (27/9/2023).
Puriyono juga mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja kerugian materil yang ditimbulkan karena bencana puting beliung ditafsir mencapai puluhan juta rupiah.
"Besaran kerugian materil bervariasi mulai dari kerusakan ringan sebesar 1 juta hingga 1,5 juta rupiah, sedang 3 juta, rusak berat sebesar 4 juta hingga 5 juta rupiah serta rusak total sebesar 15 juta rupiah sehingga jika ditotal keseluruhan, kerugian materil sebesar kurang lebih 44 juta 400 ribu rupiah," ungkapnya.
Sementara itu Rahmatun pemilik rumah yang mengalami kerusakan total mengatakan, bahwa saat kejadian semua warga keluar dari rumah, karena sempat terdengar suara angin yang besar dan rumah sudah bergoyang. "Semua keluar rumah, alhamdulillah tidak ada yang luka, cuma bagaimana rumah saya yang roboh ini, semoga dapat bantuan dari pemerintah," harap Rahmatun.
Baca Juga : Kawasan Hutan Klemuk Kota Batu Terbakar
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tohawi pemilik rumah yang mengalami kerusakan berat, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu memperbaiki kerusakan rumahnya.
"Kalau tidak ada pun kami akan tetap memperbaiki dengan biaya sendiri, namun besar harapan kami pemerintah tidak tutup mata, karena ini bencana alam," pungkasnya.
