JATIMTIMES - Warga Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi punya tradisi unik dalam perayaan bersih desa yang lumrah disebut nyadran. Ritual sakral yang berlangsung di lokasi mata air yang disebut Sendang Tambak itu diakhiri dengan saling lempar nasi atau perang nasi sesama warga pada Jumat Legi (18/08/2023) sore.
Tradisi bersih Desa Pelang Lor yang unik semacam itu menurut sesepuh desa setempat sudah menjadi warisan budaya leluhur yang terus dilaksanakan turun temurun hingga sekarang.
Baca Juga : Lika liku Kehidupan Mas Budi, Tukang Kayu yang Merawat Petilasan Tri Tingal di Blitar
Ritual saling lempar nasi itu juga dimaksudkan sebagai bentuk ucap syukur terhadap alam yang telah memberikan kehidupan dan rejeki yang melimpah kepada mereka. Terlebih dengan hasil panen padi pada musim tanam kali ini yang cukup baik.
"Acara ini merupakan ritual warga Desa Pelang Lor sebagai bentuk sedekah bumi. Warga seperti main bola dengan saling perang atau lempar nasi. Jika tidak dilaksanakan tradisi ini warga desa percaya hidupnya tak bakal tentram dan timbul bencana," jelas Nar Jek sebagai juru kunci Sendang Tambak.
Selain sudah menjadi warisan turun temurun sejak nenek moyang, tradisi saling lempar nasi warga Desa Pelang Lor tidak lepas dari nilai peninggalan sejarah masa lalu.
Sejarah yang dimaksud pada saat berdirinya Dusun Tambak Selo Timur Desa Pelang Lor, ada seorang tokoh perjuangan pada zaman penjajahan Belanda dengan sebutan Ki Ageng Tambak. Ki Ageng Tambak merupakan tokoh penentang penjajahan Belanda pada saat itu, suatu ketika dirinya bersama pengawalnya dikejar-kejar Belanda dan sampailah di tengah hutan belantara.
Di tengah hutan tersebut Ki Ageng Tambak bersabda tidak ada satupun peluru dari senapan Belanda yang sanggup menembus lokasi persembunyiannya atau pelurunya akan macet bila ditembakkan. Di dalam persembunyian yang dekat mata air atau sendang, Ki Ageng Tambak menandai persembunyiannya dengan sebongkah batu hitam bila kelak daerah persembunyiannya menjadi perkampungan rame maka namanya akan disebut Dusun Tambak Selo.
Baca Juga : Ini Pesan Wabup Banyuwangi H Sugirah Bagi Warga Banyuwangi Terkait Keberadaan Adat Tradisi dan Seni Budaya
"Tradisi bersih desa semacam ini hanya berlangsung setahun sekali. Kita berusaha mempertahankan dan menjaga tradisi yang sudah turun-temurun menjadi identitas lokal warga Desa Pelang Lor. Seluruh masyarakat disini akan meninggalkan pekerjaan sehari-harinya untuk ikut serta dalam kegiatan," terang Hariana, Kepala Desa Pelang Lor.
Lebih lanjut Hariana menyampaikan, adat bersih desa itu dilaksanakan para warga dengan bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan kelengkapan acara. Selain pemerintah desa juga turut mendukung demi kelestarian adat bersih desa yang merupakan bagian warisan kekayaan adat istiadat dan budaya nasional warisan leluhur.
