JATIMTIMES - Abdullah bin Ahbar, atau nama aslinya Muhair bin Ahbar, mungkin tidak bisa benar-benar disebut sebagai sahabat Nabi SAW walau ia termasuk dalam karakteristik sahabat beliau.
Sebab, Muhair bin Ahbar adalah dari golongan jin yang telah memeluk Islam dan memegang teguh agama tauhid sejak zaman Nabi Nuh AS, Rasul pertama yang diutus oleh Allah SWT untuk menyeru umat dan kaumnya.
Baca Juga : Kisah Jin Muslim yang Membunuh Jin Kafir karena Mengolok-olok Nabi Muhammad
Mengutip dari Kitab Al-Mawaidzul Ushfuriyah, karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushtury, terdapat suatu kisah tentang Muhair bin Ahbar. Kala itu, Muhair bin Ahbar, pulang ke rumah dan didapatinya istrinya menangis.
la pun bertanya, "Kenapa engkau menangis?" dan istrinya menjawab "apakah kau tak tau bahwa si Musfir (salah satu jin kafir) telah menjelek-jelekkan Rasulullah sehingga beliau menjadi sedih".
Lantas istrinya bercerita, "Pada saat pemuka quraisy bernama Walid bin Mughirah mengadakan perkumpulan mereka turut mengundang Rasulullah, orang-orang quraisy itu menanyakan tentang kebenaran nubuwah Nabi Muhammad SAW kepada berhalanya yamg diberi nama Hubal. Pada saat itulah jin Musfir merasuki berhala dan berbicara melalui berhala itu. Jin Musfir memperolok Rasulullah, orang-orang quraisy pun bahagia karena mendengar itu, mereka menganggap berhalanya hidup & dapat berbicara serta mereka ikut memperolok Rasulullah hingga rasul pun pulang dalam keadaan sedih".
Mendengar cerita itu dari istrinya, Jin Muhair bin Ahbar pun sangat marah. Ia mencari jin Musfir yang telah memperolok Rasulullah. la mengejarnya hingga membawanya ke Makkah. Dan akhirnya ia menemukannya di antara Shafa dan Marwah, lantas dibunuhlah jin Musfir di sana.
Nabi SAW dalam perjalanan pulang dengan perasaan sedih tiba-tiba bertemu penunggang kuda. Setelah dekat, penunggang kuda mengucapkan salam kepada beliau. Nabi SAW berkata, "Siapa kamu? Salam yang kamu ucapkan sungguh terasa amat indah bagiku?".
"Saya Muhair lbnu Ahbar dari bangsa jin, saya telah memeluk Islam sejak jaman Nabi Nuh AS," kata Muhair.
Baca Juga : Sambut Tahun Baru Islam 1445 H, Bupati Salwa Lepas 10 Ribu Pelajar Peserta Pawai Taaruf
Mulailah Muhai Ibnu Ahbar menceritakan, bahwa telah melihat istrinya menangis dan cerita tentang beliau bersama Walid, juga pengejarannya terhadap jin Musfir.
la juga menceritakan kepada Rasulullah kalau baru saja membunuh Musfir di antara Shafa dan Marwah, kepalanya terpotong dan berada di kandang kuda, sedangkan badannya terbang di antara shafa dan Marwah, menyerupai seekor kambing tanpa kepala.
la juga menunjukkan pedangnya yang masih berlumur darah Musfir. Lantas Rasulullah kemudian berkata, "Tinggal di mana anda?" Musfir menjawab "Saya tinggal di Gunung Tursina!!".
Nabi SAW amat gembira mendengar cerita Muhair tersebut, dan mendoakan kebaikan atas apa yang dilakukannya.
