Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Sehari, Lima Perahu Nelayan Karam

Penulis : Mahrus Sholih - Editor : Redaksi

12 - Aug - 2015, 03:54

Placeholder
Ilustrasi perahu karam. (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Dalam sehari, lima perahu nelayan karam di jalur plawangan Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Jember. Dari lima perahu yang tenggelam, empat di antaranya adalah jenis jukung dan satu lagi perahu sekocen. Perahu-perahu karam karena diterjang ombak saat pulang melaut, Selasa (11/8/2015). 

Nuril Majid (45), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger menuturkan, perahu karam itu terjadi sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.45 WIB. Tak sampai tiga jam, lima perahu milik nelayan dihempaskan ombak tinggi di Plawangan dan langsung tenggelam. “Ombaknya memang lagi kacau, sehingga banyak perahu yang karam,” ujarnya.

Pantauan Jembertimes di lokasi kejadian, sejumlah perahu memilih bertahan di tengah laut menunggu ombak mereda. Terlihat beberapa di antaranya berputar-putar untuk mencari celah agar saat melintas di Plawangan perahunya tidak terhantam ombak dan selamat.

Informasinya, sejumlah perahu pertama yang karam tersebut adalah milik Slamet (40), warga Desa Puger Kulon, saat itu korban tengah pulang dari melaut bersama seorang nelayan lain bernama Sholeh (30) sekitar pukul 07.30 WIB. Disusul kemudian perahu milik, Katiman (40) asal Desa Mojosari. Katiman bersama Towil (30) seorang anak buahnya terhempas dari perahu sekitar pukul 08.30 WIB. 

Selanjutnya, secara berturut-turut sejumlah nelayan tehempas ombak dan perahunya juga tenggelam. Mereka adalah Tamin (40) asal Desa Puger Kulon, Fauzi (40) warga Desa Puger Wetan dan sebuah perahu jenis sekocen yang dikemudikan oleh Holik (35) seorang nelayan asal Kabupaten Malang. 

Salah seorang saksi mata, Catur (47) nelayan asal Desa Puger Kulon mengatakan, semua perahu yang tenggelam tersebut rata-rata ketika pulang melaut. Menurutnya, ombak yang datang dari belakang memang sulit diprediksi oleh nelayan, sehingga mudah menghempaskan perahu nelayan.

Selain itu, paska dibangunnya tambahan break water atau bangunan pemecah ombak, banyak sekali nelayan yang gagal memahami keadaan ombak di pantai selatan tersebut. “Setelah dibangun tambahan break water itu banyak perahu nelayan yang karam di plawangan,” ucapnya.

Beruntung, dalam peristiwa kecelakaan laut yang terjadi beruntun itu tak ada korban jiwa dari nelayan. Hanya saja kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp. 400 juta lebih. (*)


Topik

Peristiwa Perahu-karam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mahrus Sholih

Editor

Redaksi