JATIMTIMES - Bangsa Indonesia memeringati Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei. Hal itu sesuai dengan ketetapan pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Tahun 2023 ini, Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada Sabtu 20 Mei 2023. Hari peringatan ini erat kaitannya dengan berdirinya organisasi nasional pertama di Indonesia, yaitu Budi Utomo, yang berdiri pada 20 Mei 1908.
Baca Juga : Viral, Perempuan Ini Ngeluh Terjebak Macet di Pasar Gadang, Warganet: Namanya Juga Pasar Bu!
Kebangkitan nasional diperingati sebagai bentuk penanda bahwa pada 1908 rasa dan semangat persatuan, kesatuan, serta nasionalisme beserta kesadaran untuk memperjuangkan Indonesia mulai bangkit. Tepatnya sejak 1908 terus berjalan sampai Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebenarnya bukanlah hari libur nasional. Pada hari tersebut, kesadaran nasional untuk bangga sebagai “bangsa Indonesia” mulai ditumbuhkan sehingga ditandai sebagai momen spesial di kalender Indonesia.
Terdapat beberapa tokoh yang berperan penting dalam pergerakan kebangkitan nasional. Berikut ini kelima tokoh Pahlawan Kebangkitan Nasional, melansir laman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Mojokerto.
1. Dokter Soetomo
Dokter Soetomo merupakan salah satu pendiri organisasi Budi Utomo yang mempunyai latar belakang pendidikan di bidang kedokteran.
Sutomo adalah tokoh penting pergeraakan nasional yang mencetuskan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908.
2. Dokter Wahidin Soedirohoesodo
Wahidin Soedirohoesodo adalah sosok pemuda Yogyakarta sekaligus anak pribumi pertama yang diterima masuk ke sekolah dasar anak-anak Eropa atau Europeesche Lagere School (ELS).
Sebelum bergabung dengan organisasi Budi Oetomo, Wahidin menjalankan tugasnya sebagai dokter cerdas dan pandai bergaul. Sering dia mengobati pasien tanpa memungut biaya.
Upaya Wahidin adalah rakyat terbebas dari penjajah dengan memperluas pendidikan dan pengajaran, serta memupuk kesadaran kebangsaan.
3. Dokter Tjipto Mangoenkoesoemo
Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan salah satu tokoh pendiri Budi Utomo yang juga berprofesi sebagai dokter.
Tjipto lebih fokus dan perhatian untuk membantu menangani berbagai aspek tentang permasalahan kesehatan, khususnya di Indonesia.
Baca Juga : Momen Timnas Indonesia Disambut Ribuan Suporter Saat Tiba di Indonesia
Dirinya juga aktif membangkitkan semangat perlawanan supaya rakyat tidak mudah ditindas penjajah.
4. RM. Soewardi Soerjaningrat
RM. Soewardi Soerjaningrat, salah satu anggota Budi Utomo yang berasal dari golongan bangsawan kerajaan. Nama lain RM. Soewardi Soerjaningrat adalah Ki Hadjar Dewantara. Tentu saja namanya sudah tak asing, terutama di bidang pendidikan.
Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah bagi kaum pribumi yang kala itu kondisinya sangat memprihatinkan.
Selain pendidikan, Soewardi juga aktif mengampanyekan pentingnya persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara.
5. Dr Douwes Dekker
Danudirja Setiabudi atau nama lainnya Douwes Dekker merupakan pejuang kemerdekaan dari keturunan asing yang lahir dan wafat di Indonesia.
Ia dikenal sebagai pionir dasar nasionalisme Indonesia sejak abad ke-20. Douwes Dekker juga termasuk dalam kelompok dari tokoh 'Tiga Serangkai' bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara.
Douwes aktif mendirikan Indische Partij (IP) yang mengajarkan rakyat Indonesia tentang partai politik, jurnalistik anti-pemerintah, dan lainnya.
