JATIMTIMES - Dua mahasiswa dari Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) Confidental Inception Report (CIR). Dalam kegiatan bertaraf internasional itu, dua mahasiswa itu dipercaya menjadi notulen.
Mereka adalah Putri Andani dan Mega Putri Aulia. Mahasiswa Kampus Ulul Albab tersebut dipercaya menjadi notulen dalam FGD CIR yang mengusung tema "Analisis Kebijakan Minilateralisme Amerika Serikat .di Kawasan Indo-Pasifik".
Baca Juga : Aksi Heroik Petugas Perlintasan Kereta Selamatkan Pedagang Tisu Mendapat Apresiasi PT KAI
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat SKK Amerika dan Eropa serta BSKLN Kementerian Luar Negeri RI itu, notulen memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keaslian dan keamanan laporan hasil diskusi.
Kepercayaan yang diberikan oleh Pusat SKK Amerika dan Eropa, BSKLN Kementerian Luar Negeri RI menjadi sebuah kebanggaan bagi Putri Pradani. Ia sangat bersyukur dapat berkontribusi dalam FGD yang memiliki dampak signifikan dalam hubungan bilateral antara Indonesia dengan Amerika dan Eropa.
"Saya merasa, kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai mahasiswa dilibatkan dalam acara sebesar ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa," ungkap Putri.
Sementara, Mega Putri Aulia juga mengatakan hal yang senada dengan Putri Andani. Pengalaman menjadi notulen ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan. Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Humaniora. Diakuinya, pembelajaran yang diberikan kampus telah memberikan pengetahuan maupun keterampilan yang memadai dalam bidang penulisan maupun dokumentasi.
"Hal ini telah membantu saya dalam menjalankan tugas sebagai notulen dengan baik," papar mahasiswa magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia gelombang II ini.
Tak cukup hanya dengan pengalaman ini. Ke depan Mega berharap untuk dapat terus berkontribusi dalam kegiatan yang lebih luas serta berharap dapat terus mengembangkan keterampilan maupun pengetahuan dalam bidang hubungan internasional.
Baca Juga : Viral Emak-Emak Arisan Senilai 2,5 Miliar, Netizen: Pasti Orang Bugis
"Saya berharap dapat terus belajar dan berkembang dalam bidang ini, memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara lain," ungkapnya.
Sementara itu, dalam FGD yang berlangsung secara hybrid tersebut, sejumlah pakar, pejabat, dan perwakilan dari berbagai lembaga dan instansi terkait Amerika dan Eropa hadir sebagai narasumber dan penanggap. Mereka yang hadir antara lain Spica A Tutuhatunewa MSi, kepala Pusat SKK Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI; Dr M. Zakaria Al-Anshori dari Pusat SKK Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI.
Kemudian, hadir juga Bhima Dwipayudhanto MSi dari Direktorat Amerika I Kementerian Luar Negeri RI, Andrew W Mantong MSc dari Centre for Strategic and International Studies, serta Muhammad Irfan Ardhani, MIR Institute of International Studies Universitas Gadjah Mada (UGM).
