JATIMTIMES - Wisata petik di Kota Batu memang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah. Tentu hal ini menjadi berkah tersendiri khususnya bagi wisata petik apel.
Karena itu libur lebaran hingga libur panjang kerap didapati kemacetan di Jalan Brantas, salah satu jalur menuju kawasan wisata petik apel.
Baca Juga : Kapasitas Penuh, Tahun Ini Gedung Depo Arsip Kota Batu Bakal Direnovasi Sekaligus Jadi Wisata Edukasi
Kecamatan Bumiaji menjadi kawasan ditanamnya buah apel yang merupakan ikon Kota Batu. Di sana, wisatawan bebas memetik apel sekaligus menjadikannya buah tangan.
Tak hanya sekadar berwisata petik, wisatawan yang ada di kawasan petik mendapati pemandangan kebun apel. Sekaligus menghirup udara segar dan dingin.
Petani Apel sekaligus Pemilik Wisata Petil Apel Desa Tulungrejo Utomo mengaku jika libur lebaran hingga libur panjang tahun 2023 ini ada peningkatan kunjungan hingga 60 persen.
“Kalau dibandingkan Lebaran tahun lalu masih lebih banyak tahun ini, peningkatannya sekitar 60 persen,” ungkap Utomo.
Peningkatan jumlah wisatawan bisa mencapai ribuan orang per harinya. Jumlah itu berbeda selama bulan Ramadan, bahkan Utomo kerap tidak mendapati wisatawan.
Baca Juga : Unggul FC Malang Datangkan 4 Amunisi Baru untuk Putaran Kedua
“Kadang-kadang waktu bulan puasa malah gak ada pengunjung sama sekali,” tambah Utomo, Sabtu (6/5/2023).
Sedang, salah satu pengunjung Aliya (19) asal Mojokerto antusias dengan pengalamannya memetik apel di Kota Batu. Petik apel menjadi salah satu wisata yang menarik dan pertama dilakukannya.
“Ini pertama kali saya petik apel, seru bisa memetik sendiri dari pohon. Setelah itu kita juga bisa menikmati di kebun dengan hawa sejuk, sungguh menyenangkan,” ujar Aliya.
