JATIMTIMES - Alquran merupakan kitab suci umat Islam, sekaligus penyempurnaan dari kitab-kitab sebelumnya.
Selain itu, Alquran merupakan petunjuk serta penerang di alam kubur kelak.
Baca Juga : Bisa Berkemah hingga Memancing, Berikut Rute Menuju Pantai Kesirat
Alquran juga sumber dari segala sesuatu yang ada di dunia, termasuk ilmu pengetahuan dan fenomena-fenomenanya.
Hingga saat ini banyak ditemukan fenomena aneh yang bahkan tak dapat dijelaskan secara ilmiah, namun telah disebutkan dalam Alquran terlebih dulu.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini 6 fenomena alam yang sudah ada di dalam Al-Quran :
Bertemunya Dua Lautan

Adanya pertemuan antara dua lautan di Samudera Atlantik dan Mediterania. Akan tetapi, kedua aliran air tersebut dari keduanya tidak bercampur satu sama lain. Seorang Oceanografer yang berasal dari Perancis menemukan dua lautan tersebut. Ia mengatakan fenomena tersebut seperti ada dinding yang membatasi kedua aliran ini, sehingga tidak bercampur. Seorang muslim mengatakan kepada Oceanografer bahwa hal ini sudah ada di dalam Al Quran.
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman:19-20)
Api di Dasar Lautan

Api di dasar lautan ini ditemukan oleh ahli geologi yang berasal dari Rusia dan ilmuwan Rusia mereka menemukan hal ini meneliti kerak bumi dan patahannya di dasar lautan lepas pantai Miami. Fenomena ini seperti lava cair yang diiringi dengan abu vulkanik seperti gunung berapi di daratan yang mempunyai suhu sampai 231 derajat celcius sehingga begitu panas.
Namun, suhu ini tidak cukup untuk bisa memanaskan air yang terletak di atasnya dan juga seluruh air yang berada di atasnya tidak dapat memadamkan api panas tersebut yang begitu luar biasa. Kejadian ini juga sudah tertulis di dalam Al Quran.
“Demi buki (Sinai) dan kitab yang tertulis, pada selembaran yang terbuka. Dan demi Baitul Makmur (Ka’bah). Dan demi (langit) yang ditinggikan. Dan demi laut yang di dasarnya ada api.” (QS. At-Thur: 1-6)
Jenis Kelamin Bayi

Hasil penelitian yang dilaksanakan pada abad ke-20 pada ilmuwan genetika memaparkan bahwa penentuan jenis kelamin bayi ditentukan dengan sperma pria. Dalam sperm aini, ada dua kromosoam yaitu kromosom X yang berisi sifat kewanitaan dan kromosom Y yang bersifat laki-laki.
Dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom X, maka jenis kelamin bayi ditentukan dengan sperma yang membuahi dan mengandung kromosom X dan Y. Sebelum penemuan ini, banyak orang yang mengira bahwa jenis kelamin berasal dari wanita. Terkait hal ini sudah dijelaskan dalam Al Quran.
“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. An-Najm: 45-46)
Garis edar tata surya

Ahli astronomi menyatakan bahwa matahari memiliki kecepatan bergerak sebesar 720.000 kilometer per jam ke arah bintang vega yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an dimana matahari tetap beredar di garis edarnya.
Selain Matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari bergerak sesuai garis edar yang telah ditetapkan. Hal ini dijelaskan di dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 33.
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al-Anbiya: 33)
Ledakan raksasa (Big Bang)

Big Bang diyakini sebagai peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Teori ini didasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?" (QS. Al-Anbiya: 30).
Terbentuknya air hujan

Jauh sebelum para ilmuwan mengemukakan teori mengenai terbentuknya air hujan, di dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan mengenai peristiwa alam yang sering kita lihat ini dalam surah Ar-Rum ayat 48-49.
"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa." (QS. Ar-Rum ayat 48-49).
