JATIMTIMES - Ban memiliki fungsi penting dalam keselamatan berkendara. Berbagai fungsi penting itu di antaranya saat menahan beban, meredam guncangan, serta menjaga stabilitas kendaraan.
Selain kesehatan fisik yang prima, tentu kondisi kendaraan juga harus maksimal. Pastikan kondisi ban sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan tersebut juga optimal.
Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan Kulit Agar Lebih Sehat dan Cantik Saat Lebaran
Selain keselamatan, kondisi ban juga dapat mempengaruhi keamanan kenyamanan dalam berkendara.
Melansir laman Michelin.co.id, produsen ban asal Perancis ini membagikan lima hal yang harus dipersiapkan oleh para pemudik, khususnya kondisi ban sebelum melakukan perjalanan.
1. Memperhatikan kembang dan tapak ban
Pastikan alur kembang dan ketebalan tapak ban berfungsi dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya cengkram ban saat melaju di jalan raya. Khususnya jika kendaraan tengah melaju dalam kondisi hujan atau jalanan basah.
Jika alur kembang pada ban sudah menipis dan mendekati indikator ketebalan, maka bisa mengakibatkan kendaraan tergelincir saat melaju di jalan yang basah.
Untuk mengecek kondisi ban dengan alur kembang yang baik, maka pengemudi bisa meraba melihat langsung kondisi ban. Jika ketebalan tapak ban menipis di bawah 1,6 milimeter, maka ban harus diganti.
2. Memeriksa tekanan angin pada ban
Tekanan angin pada ban juga wajib diperiksa sebelum melakukan perjalanan mudik. Pastikan tekanan angin sesuai dengan pabrikan mobil. Cara mengeceknya bisa dilihat di pilar pintu mobil pada sisi pengemudi atau tutup tangki bahan bakar.
Jika tekanan angin pada ban rendah, maka bisa memberikan tekanan (stres) berlebih pada permukaan luar ban. Akibat jangka panjangnya ban bisa pecah.
3. Beban muatan tidak melebihi batas maksimal
Baca Juga : Waspada Kesehatan Anak Pasca Lebaran, Begini Cara Atasinya
Pemudik seringkali memaksa membawa barang berlebih tanpa memikirkan kondisi ban mobilnya. Jika beban muatan melebihi batas bobot maksimal, itu akan membuat kendaraan menjadi lebih sulit untuk dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
4. Pastikan ban serep dalam kondisi siap pakai
Jangan lupa untuk menyediakan ban serep setiap kali melakukan perjalanan jauh. Seringkali ban serep dibawa namun tidak dalam kondisi siap pakai.
Kondisi siap pakai yang dimaksud seperti ban memiliki tekanan angin yang sesuai atau sedikit lebih tinggi untuk mengantisipasi adanya penyusutan saat penyimpanan.
5. Cek kelayakan pakai dan kondisi ban
Sebelum berangkat mudik, pastikan untuk mengecek seluruh komponen mobil. Terutama kondisi ban. Jangan sampai ada kerusakan, seperti goresan, retak pada dinding ban benjol atau tambalan cacing.
Sebab, sekali lagi ditegaskan bahwa kondisi perawatan atau perbaikan ban bisa memicu pecah ban jika melaju dengan kecepatan tertentu.
