Gwen Priscilla saat menyanyikan lagu Ayah dalam rangkaian Pekan Islami XII PT ACA di Kecamatan Kepanjen. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Gwen Priscilla saat menyanyikan lagu Ayah dalam rangkaian Pekan Islami XII PT ACA di Kecamatan Kepanjen. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada yang istimewa dalam rangkaian roadshow Pekan Islami XII PT Anugerah Citra Abadi (ACA), hari ini (7/6/2018) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Yakni momen penuh haru saat artis nasional Gwen Priscilla atau yang dikenal sebagai Gwen Mahadewi tampil membawakan lagu Ayah. Para anak yatim dan piatu yang telah kehilangan orang tuanya tampak larut mengikuti lirik lagu itu. 

Awalnya suasana di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sangat semarak. Usai mantan vokalis D'Bagindas, Bian menyanyikan beberapa lagu populer, Gwen naik ke atas panggung. Dia membawakan lagu Sayang yang membuat seluruh hadirin ikut bergoyang. Anak-anak yang semula duduk tenang, sontak berdiri dan ikut bernyanyi bersama. 

Namun, keceriaan itu berubah 180 derajat menjadi haru saat Gwen menyanyikan lagu Ayah ciptaan Rinto Harahap. Denting gitar akustik dipadukan suaranya yang merdu membuat banyak anak-anak maupun orang tua meneteskan air mata. Salah satunya Retno Mutiara, bocah 15 tahun yang sehari-hari melewatkan waktunya di atas kursi roda.

Menurut Sri Artini, ibundanya, Retno sejak kecil mengalami kelainan syaraf. Akibatnya, fungsi kaki dan sebagian tubuhnya tidak optimal. Sehingga dia musti dibantu untuk berkegiatan seperti makan, minum, mandi ataupun berpindah tempat. Warga Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen itu mengaku bersyukur karena masih banyak yang peduli pada anaknya. Termasuk Komisaris Utama PT ACA Iwan Kurniawan yang rutin memberikan santunan.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Apalagi Retno ini sudah ditinggal ayahnya meninggal tiga tahun lalu. Makanya dia menangis waktu dengar lagu ini, mungkin ingat ayahnya," ujar perempuan yang sehari-hari berjualan pulsa itu. 

Hal yang sama diungkapkan Siti Zubaidah, ibu lima anak itu menangis tersedu-sedu sepanjang lagu dinyanyikan. "Saya ingat suami saya yang meninggal Januari lalu, anak saya lima orang. Kasihan mereka ini tidak punya ayah lagi," paparnya.

Sehari-hari, Siti mengaku bekerja sebagai penjual jajanan anak-anak. Namun sejak suaminya meninggal, dia kesulitan membagi waktu untuk merawat kelima anaknya. "Sehingga santunan ini sangat membantu. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Semoga tahun depan anak-anak saya juga bisa menerima bantuan lagi," tuturnya. 

Di Kecamatan Kepanjen, total ada 569 anak yang mendapatkan santunan. Pada 2018 ini, total ada lebih dari 15 ribu anak dari 437 desa di Kabupaten Malang yang mendapatkan santunan dan bingkisan peralatan sekolah dari PT ACA. Dalam sambutannya, Iwan turut menyampaikan terima kasih pada jajaran Muspika setempat dan juga pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang membantu memfasilitasi terselenggaranya roadshow tersebut.