Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, Jembatan Penghubung 2 Desa di Blitar Roboh

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Feb - 2023, 02:51

Placeholder
Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar roboh akibat hujan deras disertai angin kencang. (Foto: BPBD Kabupaten Blitar)

JATIMTIMES-Hujan deras disertai angin kencang merobohkan sebuah jembatan penghubung di Kabupaten Blitar. Dilaporkan peristiwa ini terjadi di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar. Pemkab Blitar melalui Badan Penanggulangan Daerah telah turun ke lokasi untuk penanganan bencana.

Informasi yang diterima JATIMTIMES, putusnya jembatan mengakibatkan warga di Desa Ringinanom dan  Desa Tawangrejo yang hendak beraktivitas  harus memutar arah hingga 6 kilometer. Warga berharap segera ada penanganan perbaikan jembatan agar aktivitas bisa segera normal.

Baca Juga : Didominasi Longsor, Sepanjang Februari 19 Peristiwa Kebencanaan Terjadi di Kota

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto mengatakan jembatan putus usai hujan deras disertai angin yang kencang yang terjadi. Derasnya guyuran hujan mengakibatkan debit air sungai  naik lalu menjebol jembatan Sungai Termasbaru hingga patah.

"Nah kondisi itu membuat debit air sungai naik dan menerjang jembatan sampai jebol. Jembatan patah benar-benar memutus akses, terutama warga yang mau menuju lahan sawah,"  kata Ivong, Senin (13/2/2023).

Ivong menambahkan, BPBD telah melakukan assesment. Dan hasil sementara dari assesment, kerusakan jembatan ini sudah tidak bisa diperbaiki. Hasil assesment juga menyatakan, jembatan harus dibongkar total dan kembali dibangun agar konstruksi bangunan benar-benar kokoh dan kuat.

"Panjang jembatan sekitar empat meter dengan lebar 2,5 sampai tiga meter. Kondisinya harus dibangun ulang dan total dengan konstruksi baru supaya kokoh," jelasnya.

Baca Juga : Pria di Blitar Selatan Dicokok Polisi usai Cabuli Adik Ipar

Lebih lanjut Ivong menyampaikan, untuk penanganan awal warga akan dibuatkan jembatan penghubung sementara dari bambu. Tetapi jembatan sementara ini tidak bisa dilewati kendaraan, apalagi jika dibebani hasil panenan warga.

"Warga harus memutar jalan sekitar 6 kilometer untuk menuju desa lainnya untuk menjual hasil panen. Disisi lain kami ajukan pendanaan untuk pembangunan jembatan ini. Tentu ada stakeholder yang menangani sendiri," pungkasnya.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa