BERPENAMPILAN sederhana, berbadan kekar, tak membuatnya menghilangkan sopan santun dalam berbicara. Ditambah gaya energik, melengkapi sekilas sosok Rio Erlangga Putra di mata temannya sesama atlet.
Siapa sangka, anak dari keluarga sederhana ini mampu meraih 2 medali emas dan 1 perunggu di ajang Porprov V Jatim, di Banyuwangi.
Hanya bermodal ketekunan dan kedisiplinan, ia mampu mengharumkan nama Kabupaten Malang. Menurutnya, sang Pelatih, Sentot Ahmad, dan Manajer Tim, Hartono, menjadi sosok penting, yang telah memberinya semangat menjadi atlet berprestasi.
"Terus terang sulit melawan rasa malas berlatih, tapi Pak Sentot dan Pak Hartono selalu memberi semangat, " ujar pria 21 tahun ini.
Rio memiliki impian besar menjadi atlet nasional sejak lama. Untuk mengejar impiannya, pria yang mengidolakan Sando Weldemar Nasution ini rutin berlatih pagi dan sore di Bhayangkara Gym, Kepanjen, sebelum gelaran Porprov dimulai.
Keinginannya menjadi atlet nasional pun sedikit menemukan harapan. Setelah menerima 2 medali emas, 1 perunggu, Rio mendapat tawaran Ketua Harian PABBSI Jatim, Jeffry Tagore, mengikuti Puslatda.
" Tadi, di belakang arena, Pak Jeffry memberi tawaran mengikuti Puslatda Jatim, tapi saya harus meminta pertimbangan pelatih dan manajer. Kalau memang keputusan terbaik KONI ikut Puslatda, maka saya akan berangkat, " ujarnya.
Setelah berhasil menyabet medali emas, Rio akan mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional.
