JATIMTIMES - Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 melanda kawasan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terjadi selama 10-15 detik pukul 13.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pemicu gempa, yakni pergerakan Sesar Cimandiri.
“Diduga ini merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri, jadi bergerak kembali,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Senin (21/11/2022).
Baca Juga : Gempa Cianjur, 56 Korban Tewas, 1.362 Rumah Rusak Parah
Gempa ini berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur.
Dwikorita menambahkan, sesar atau patahan (fault) adalah bidang batas antara dua fraksi kulit bumi yang mengalami gerakan relatif. Sesar biasanya merupakan daerah yang relatif lemah, mengalami retakan, atau terdapat celah.
Lalu apa itu Sesar Cimandiri? Sesar besar yang memanjang dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang. Apabila ada pengaktifan gaya geologi di sekitar Teluk Pelabuhan Ratu atau Jawa Barat Selatan, maka sesar ini kerap menjadi media penerus gaya guncangan gempa, seperti yang dijelaskan oleh Atmonadi dalam bukunya yang bertajuk Atlantis.
Menurut jurnal Tektonik Sesar Cimandiri Provinsi Jawa Barat yang ditulis Iyan Haryanto, Johanes Hutabarat, Adjat Sudradjat, Nisa Nurul Ilmi dan Edy Sunardi dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Sesar Cimandiri disebut sebagai sesar tua yang terbentuk selama berlangsungnya orogenesa tahap dua, tepatnya pada waktu Akhir Eosen Tengah. Sesar ini terus aktif hingga menyebabkan terbentuknya tinggian purba antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri.
Sesar Cimandiri merupakan sesar aktif di Jawa Barat dengan arah orientasi timur laut barat daya. Setidaknya, ada beberapa gempa bumi besar yang telah terjadi akibat sesar ini, yakni:
1. Gempa Pelabuhan Ratu (1900)
2. Gempa Padalarang (1910)
3. Gempa Conggeang (1948)
4. Gempa Tanjungsari (1972)
5. Gempa Cibadak (1973)
6. Gempa Gandasoli (1982)
7. Gempa Sukabumi (2001)
