Ayam potong yang siap dijual di pasar besar Kepanjen. Harganya kini telah mencapai Rp 34 ribu per kilogramnya (Nana)
Ayam potong yang siap dijual di pasar besar Kepanjen. Harganya kini telah mencapai Rp 34 ribu per kilogramnya (Nana)

MALANGTIMES - Prediksi masyarakat kembali terbukti dengan adanya kenaikan berbagai harga sembako menginjak min dua (-2 H) Ramadhan 2018. Hal ini terpantau sejak sepekan lalu sampai saat ini di beberapa pasar di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Harga beras,  daging,  telur sampai ayam potong secara pasti terus merangkak. Kondisi ini terlihat di pasar besar Kepanjen. Misalnya harga ayam potong yang menjadi primadona masyarakat. Khususnya memasuki ramadan, seperti saat ini. 

Harga ayam potong kini telah menginjak Rp 34 ribu per kilogram (kg) nya. Saat MalangTIMES memantau salah satu bahan pokok yang jadi incaran warga menjelang Ramadhan,  Selasa (15/5/2018). 

"Sudah naik harganya sekarang. Minggu lalu sekitar Rp 33 ribu per kg. Sekarang sudah sampai Rp 34 ribu. Ini rata disetiap penjual ayam potong,  mas, " kata Liyatin penjual ayam potong di Pasar Kepanjen,  Selasa (15/5/2018). 

Kenaikan harga ayam potong senilai seribu rupiah tersebut terbilang cepat dan terus naik. Ini terlihat dari beberapa pekan lalu harga ayam potong masih dikisaran Rp 28 ribu sampai 31 ribu lantas terus naik menjadi Rp 33 ribu dalam waktu sekitar lima hari. Kini harganya bertengger sampai Rp 34 ribu per kilogramnya. 

Disisi pedagang,  kenaikan harga ayam potong menjelang Ramadhan, tidak membuatnya senang. Liyatin mengatakan, apabila dia bisa memilih,  maka dia tidak akan menjualnya dengan harga saat ini.

"Tetap untung dengan harga normal, mas. Pembeli banyak dan dagangan cepat habis. Sekarang pembeli juga banyak yang beralih karena harga terus naik, " ujarnya. 

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Masyarakat pun kerap tidak berdaya dengan kondisi tahunan seperti ini. Tidak membeli butuh,  membeli harganya terus naik.

"Jadi saya beli dikit-dikit saja agar cukup untuk keperluan lainnya. Ini malah saya rencana ganti daging ayam dengan menu lainnya saja, " ujar Munawaroh warga Kepanjen saat ditemui di pasar besar Kepanjen. 

Dirinya juga menyampaikan,  tidak bisa berbuat apa-apa dengan harga yang terus naik. Terutama menjelang Ramadhan seperti saat ini. "Kita warga kecil mau protes ke siapa mas? Masa saya marahi pedagangnya kalau naik terus ini, " ujarnya sambil tertawa. 

Di pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, kenaikan harga di pasar Kepanjen dan pasar daerah lainnya belum terlihat akan ditindaklanjuti dengan operasi pasar,  misalnya.

Sedangkan harga terus merangkak naik setiap hari dan pekannya. Efeknya bukan hanya masyarakat yang terbebani,  tapi juga penjualnya yang tidak bisa berkutik dengan harga yang naik di tingkat penjual pertama atau ke dua.