BLITARTIMES - Sejumlah pemuda Blitar yang tergabung dalam Lembaga Budaya Suara Rakyat (Lembusura) dan Galeri Tersembunyi menggelar gerakan sosial ekspedisi budaya di Desa Birowo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Selasa (22/6/2021).
Agenda yang dilaksanakan diisi dengan pendampingan pelatihan penulisan sejarah desa dan pelatihan videografi. Kegiatan ini mengambil tema ‘Semangat Akar Rumput Membangun Peradaban Melalui Budaya Desa’.
Baca Juga : 8 Warga Positif Covid-19, Satu RT di Kabupaten Blitar Lockdown
Ketua Umum Lembusura Istajib Lana mengatakan ekspedisi budaya ini diselenggarakan secara sosial. Dalam pelaksanaannya, Lembusura dan Galeri Tersembunyi bergotong-royong dengan Pemerintah Desa Birowo.
“Desa Birowo adalah desa pertama yang dipilih untuk kegiatan ini. Rencananya ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dilaksanakan dari satu desa ke desa lain,” kata Lana.
Kegiatan ekspedisi budaya di Desa Birowo dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena negara masih dalam situasi pandemi covid-19. Kegiatan dihadiri sekitar 20 orang peserta yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat. Di antaranya pegiat budaya, pemuda dan beberapa perangkat Desa birowo
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat. Melihat kondisi hari ini, ketika perkembangan teknologi sudah tidak bisa di bendung lagi, penting bagaimana masyarakat desa terutama pemuda bisa berdaya saing sehingga mampu menguatkan prinsip dan nilai nilai budaya lokal yang ada,” tukasnya.
Banyak materi menarik yang disampaikan narasumber di kegiatan. Di antaranya materi yang disampaikan Nefa Wahyuning A. Nefa yang merupakan mahasiswi berprestasi di Universitas Brawijaya berpesan kepada peserta tentang pentingnya menulis.
“Dengan menulis kita dapat menuangkan pikiran kita. Melalui tulisan, buah pemikiran kita dapat di lihat oleh peradaban anak cucu kita di masa yang akan datang,” ungkap Nefa.
Para peserta nampak sangat antusias mengikuti jalanya kegiatan. Utamanya ketika sesi materi video yang disampaikan oleh Andry Deni ST dari Tim Akasa Development Devisi Pariwisata serta Tim Devisi Fotografi dan Videografi. Menurut Andry, videografi adalah media penting untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat secara luas.
Baca Juga : Saat Ayam Berkokok, Benarkah Melihat Malaikat? Ini Penjelasan Ilmiahnya
“Videografi bukan hanya sekadar mendokumentasikan. Yang lebih penting dari itu, bagaimana videografi menjadi alat propaganda dan sarana syiar kepada masyarakat tentang nilai luhur budaya luhur di desa,” tegasnya.
Sementara itu, mesipun berhalangan hadir di kegiatan ini, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar Dyan Brew menitipkan sejumlah pesan kepada peserta kegiatan. Dyan berharap seni budaya di Kabupaten Blitar bisa menjadi dapat menjadi pendorong gerakan moral di masyarakat.
“Saya berharap agar ekosistem kesenian dan kebudayaan yang ada di Blitar ini bisa menjadi sebuah gerakan yang bisa menumbuhkan budi dan daya masyarakat,” tukas Dyan.
Sementara itu, Kepala Desa Birowo Sukadi mendukung penuh diselenggarakanya kegiatan ekspedisi budaya. Dirinya berharap ke depan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan hingga visi-misi yang diharapkan tercapai.
“Saya berharap ke depan ada tindak lanjut pasca-pelatihan ini. Agar gerakan kebudayaan yang dilaksanakan ini bisa memberikan dampak kepada masyarakat. Utamanya bagi para pemuda. Pemuda harus bisa menjadi pelopor di bidang keahliannya masing masing. Pemuda juga harus paham bagaimana tetap sadar dan bangga terhadap jati diri bangsa ini,” pungkasnya.
