MALANGTIMES - Kejayaan pelawak Nusantara begitu terasa di era 70-an. Kala itu begitu banyak nama-nama grup pelawak tenar yang bertebaran. Sebut saja Srimulat, Trio Warkop, De Kabayan, Surya Group atau bahkan Quartet S.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Kekonyolan mereka begitu mengocok perut pemirsa setia acara televisi. Seiring dengan perkembangan zaman popularitas pelawak-pelawak ini mulai meredup.
Berikut MalangTIMES mencoba membangun ingatan kita semua tentang pelawak-pelawak Indonesia asal Malang yang pernah berjaya di masanya.
1. Nurbuat
Salah satu pelawak Srimulat asal Malang Nurbuat. (Foto: Google Image)
Nurbuat yang lahir di Malang, 1 April 1949 memulai karier sebagai pelawak di usia 20 tahunan pada tahun 1970. Kemampuannya melawak tak didapat dari bangku sekolah, melainkan otodidak, yakni belajar dari pengalamannya hidup di lingkungan masyarakat kecil.
Nurbuat memulainya dengan bergabung pada grup kesenian di Malang yang bernama Anoraga. Di awal karirnya Nurbuat hanya memerankan peran-peran figuran. Karirnya tak lama di sini, dia pun sempat berpindah grup ke Grup Ludruk Wijaya sebelum akhirnya bergabung dengan Srimulat.
Pada awal tahun 1980-an, Nurbuat pun mencoba meningkatkan taraf hidupnya dengan hijrah ke Surabaya. Langkah ini sekaligus menjadi penentu karier lawaknya yang semakin berkembang. Nurbuat pun akhirnya diajak bergabung dengan grup lawak Srimulat diperiode tersebut.
Popularitasnya sebagai pelawak mulai berkibar di grup tersebut. Dari situ, nama Nurbuat mulai dikenal dengan ciri khas logat Madura-nya. Dari grup lawak tersebut pula, Nurbuat bertemu dengan Rohana, pelawak wanita senior yang akhirnya menjadi istrinya hingga kini.
2. Tarzan
Pelawak Tarzan yang saat ini masih eksis di acara-acara baik on air maupun off air. (Foto: Google Image)Awal perjalanan karir pria bernama asli Toto Muryadi ini adalah kesenian ludruk. Pada tahun 1967. Pelawak senior yang lahir di Malang pada 24 April 1945 ini pernah bergabung dengan grup lawak Lokakarya.
Baru pada Mei 1979, ia bergabung dengan grup Srimulat. Bersama Srimulat inilah namanya mulai dikenal oleh publik. Nama Tarzan ini ia peroleh dari nama tokoh yang ia perankan dan sukses.
Meskipun kiprahnya di panggung komedi sudah tak diragukan lagi, namun ia tak berhenti disitu saja. Ia juga melebarkan kiprahnya dalam jenis seni peran yang lainnya, seperti film, sinetron, dan iklan.
Artis sinetron Tora Sudiro dan pelawak Tukul Arwana mengakui bahwa Tarzan adalah idola mereka. Terhitung sudah ada beberapa karya di layar kaca maupun layar lebar yang ia bintangi.
3. Eko DJ
Mendiang Eko DJ saat masih aktif dengan kegiatan lawak. (Foto: Google Image)Eko DJ memiliki nama asli Eko Koeswoyo. Pria ini lahir di Malang pada 7 Januari 1952. Eko DJ mengawali karirnya pada tahun 1985.
Dia juga merupakan salah satu anggota grup lawak legendaris Srimulat. Selain di Srimulat Eko (Dari Jawa) DJ ini juga sempat membintangi berbagai film komedi salah satunya Jinny oh Jinny. Dalam film tersebut Eko SJ berperan sebagai Baroto.
Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar
Selain panggung sinetron, Eko DJ juga pernah membintangi layar lebar. Di antaranya Curi-Curi Kesempatan, Gonta-Ganti, Kanan Kiri OK III, Gampang-Gampang Susah, dan Enak Sama Enak.
4. Leysus
Mendiang Leysus semasa hidupnya. (Foto: Google Image)Lahir di Kepanjen, 28 Desember 1959, pria bernama Sugeng Winarso ini lebih dikenal dengan nama panggung Leysus. Berbeda dengan pelawak asal Malang sebelumnya yang tergabung dalam Grup Srimulat, Leysus bersama kakaknya Topan terkenal lewat tayangan televisi Ketoprak Humor.
Leysus mengawali karier sebagai seorang guru. Karier melawaknya dirintis di dunia komedi tradisional, yakni di Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung. Ia terjun ke dunia lawak lebih dulu, sebelum Topan menyusulnya pada tahun 1992.
Setelah tidak lagi tampil dalam Ketoprak Humor, keduanya menjadi bintang beberapa acara yang populer, di antaranya Ronda, Pansus, dan Toples Show. Leysus juga pernah bergabung dengan grup lawak Srimulat. Leysus wafat diusianya yang me 46 tahun pada Januari 2006 lalu.
5. Topan

Pemilik nama lengkap Topan Muhammad Sugianto ini lahir di Malang, 12 April 1956. Topan bersama adiknya Leysus adalah seorang pelawak yang pernah bermain di Ketoprak Humor.
Topan terjun ke dunia lawak setelah adiknya Leysus yang sudah terlebih dahulu bergelut dengan dunia hiburan.
Awalnya, Leysus mengawali karirnya melalui Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung tahun 1992. Mereka pun sering tampil di ‘Ketoprak Humor’ yang ditayangkan di televisi.Lama setelah tak lagi tampil di Ketoprak Humor, Topan dan Leysus pun pernah bergabung dengan Ronda, Pansus, dan Toples Show.
Bersama adiknya, ia pun bergabung dengan ‘Srimulat’. Akan tetapi, karena kesibukan masing-masing dari para anggota ‘Srimulat’ tersebut, ia pun memutuskan untuk ikut aktif mengurus persepakbolaan di Malang, tempat kelahirannya. Saat ini ia aktif sebagai pengurus tim sepak bola porprov Kabupaten Malang dan klub Arema Malang.
