Belum semua organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Batu yang jumlahnya 38 bergabung dengan program smart city. Karena itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memerintahkan agar semua OPD terkoneksi dengan program tersebut.
Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik
Aplikasi Batu Among Tani Teknologi dari program smart city sudah berjalan kurang hampir setengah tahun. Oleh sebab itu, wali kota tidak ingin aplikasi yang menelan biaya senilai Rp 10 miliar tersebut mangkrak karena tidak semua OPD bergabung di dalamnya.
“Smart city ini mengeluarkan anggaran yang cukup besar. Karena itu, saya minta seluruh OPD harus segera terkoneksi dengan aplikasi ini,” tandas Dewanti, Jumat (19/1/2018).
Karena itu, dia menegaskan supaya seluruh OPD segera menyerahkan data-datanya agar segera terkoneksi dengan smart city. Tidak hanya terkoneksi. Seluruh OPD di Pemkot Batu juga harus bisa memanfaatkan program ini.
Terlebih smart city di Kota Batu ini juga sudah menjalin kerja sama dengan smart city Surabaya. “Jadi, tidak boleh sia-sia. Apalagi anggarannya besar loh. Kita harus maksimalkan program ini supaya kota ini lebih maju,” ungkap Dewanti.
Ia menambahkan jika tidak ingin smart city hanya sekadar nama. Bahkan, Dewanti meminta kepada dinas yang menangani smart city, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika, agar menjelaskan ke setiap OPD tentang manfaat dan cara bekerja apabila setiap dinas bergabung ke program itu.
“Segera kalau bisa minggu depan nanti semua dinas dikumpulkan dan akan dijelaskan bagaimana nanti kerjanya ketika bergabung. Soalnya, masih banyak yang belum tahu kan," kata istri mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko tersebut.
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Ia mencontohkan salah satu OPD, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Apabila nanti ada warga yang memberikan laporan adanya keluhan terkait sampah, nantinya bagaimana dinas yang bersangkutan merespons. Harapannya, dinas yang terkait dengan masalah yang diadukan harus cepat merespons.
“Kalau pakai aplikasi ini, setiap ada keluhan dari masyarakat kota, pemkot jadi tahu. Nanti tim dari DLH segera menanggapi hal tersebut, responsnya bagaimana,” kata dia.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq menjelaskan, pentingnya OPD masuk dalam smart city ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui OPD tersebut. Sekaligus membantu solusi atas masalah yang dikeluhkan masyarakat dengan tanggap menangani laporan masyarakat.
“Kebetulan memang di DLH punya juga yang namanya tim reaksi. Hingga saat ini tim kami juga sudah merespons ketika ada sampah yang berserakan. Ya tentu kami pasti bergabung demi masyarakat,” ujar Arief.
Ia menambahkan, ketika bergabung nanti. tidak ada kesulitan bagi dinasnya. Apalagi, tim DLH juga selalu siaga 24 jam apabila ada sampah di pinggir jalan. (*)
