Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Jenis Tumbuhan Berbahaya di Dunia Ternyata Ada di Pulau Sempu

Penulis : Nana - Editor : Lazuardi Firdaus

17 - Jan - 2018, 20:49

Placeholder
Pulau Sempu termasuk surganya bagi dunia flora, tapi ternyata di balik keindahannya ditemukan jenis tumbuhan paling berbahaya di dunia. (Istimewa)

MALANGTIMES - Keindahan Pulau Sempu yang terletak di Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, dan pernah menjadi polemik atas rencana perubahan statusnya tahun lalu, tidak diragukan lagi. Baik oleh pengunjung domestik maupun mancanegara. 

Tapi, dari keindahan Sempu tersebut ternyata menyimpan sesuatu yang sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem dan keanekaragaman flora di Pulau Sempu.

Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar

Pasalnya, di Pulau Sempu ternyata ditemukan berbagai jenis tumbuhan asing invasif yang beberapa jenisnya termasuk kategori organisme paling berbahaya dan sulit dikendalikan di dunia. 

Penemuan organisme berbahaya di dunia bagi keberlangsungan ekosistem dan flora di Sempu ini pernah dilansir oleh Tim peneliti Kebun Raya Purwodadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KRP-LIPI) di akhir tahun 2017. Setelah dilakukan penelitian selama dua tahun, yaitu dari tahun 2015-2017.

Jenis tumbuhan apa saja yang tumbuh di Pulau Sempu dan sangat berbahaya ini. MalangTIMES menyuguhkan hasil dari penelitian LIPI untuk anda. 

Tumbuhan Krinyuh,  jenis tumbuhan berbahaya di pulau Sempu

Lima jenis tumbuhan asing yang tumbuh di pulau Sempu di antaranya masuk daftar 100 jenis organisme invasif paling berbahaya di dunia berdasarkan ketetapan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Invasif Spesies Specialist Group. Yaitu Kirinyuh (Chromolaena odorata), Alang-alang (Imperata cylindrica), Kembang Telekan (Lantana camara), Kecrutan (Spathodea campanulata) dan Enceng Gondok (Eichhornia crassipes).

Eceng gondok.

Empat jenis lainnya masuk dalam sepuluh jenis gulma yang paling sulit dikendalikan di dunia, yaitu, Rumput Teki (Cyperus rotundus), Rumput Belulang (Eleusine indica), Alang-alang (Imperata cylindrica), dan Eceng Gondok. Sisanya adalah Teratai Putih (Nymphaea alba) yang ditemukan di Telogo Lele dan Telogo Dowo. 

Kecrutan

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Walau tumbuhan asing didominasi semak dan herba, tapi perkembangbiakannya sangatlah cepat.  "Pohon besar dan tanaman perdu asli Pulau Sempu bisa hilang karena kalah dalam hal menyerap nutrisi oleh jenis tumbuhan ini," kata Ridesti Rindyastuti, peneliti BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI dalam hasil penelitiannya. 

Berbagai jenis tumbuhan asing ini ditemukan di delapan lokasi di Pulau Sempu. Dengan populasi jenis tumbuhan asing tertinggi ditemukan di area Gladakan dan Segara Anakan. Dua lokasi paling sering dikunjungi oleh wisatawan.

Untuk menangkal serbuan jenis tanaman berbahaya ini, Tim Kajian Diversitas Flora Pulau Sempu KRP–LIPI sudah menyampaikan tiga rekomendasi ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur selaku otoritas pengelola kawasan Cagar Alam Pulau Sempu.

Yaitu, mengurangi atau bahkan melarang bukaan lahan seperti pembuatan jalan setapak untuk pengunjung. Menyarankan BKSDA memasang papan informasi tentang tumbuhan asing, serta memantau secara intensif terhadap jenis tumbuhan asing itu.


Topik

Peristiwa tumbuhan-berbahaya-di-malang pulau-sempu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Lazuardi Firdaus