MALANGTIMES - Jelang pendaftaran, restu dari suami, Hanif Thalib, memantapkan langkah bakal calon wali kota Malang Ya'qud Ananda Gudban bertarung dalam pilkada 2018.
Sebelum melangkah ke area deklarasi di Jalan Simpang Balapan, politisi yang akrab disapa Nanda Gudban itu meminta doa restu dari keluarga besar serta sang suami di hadapan para ketua partai pengusung dari PDI Perjuangan, NasDem, PAN dan PPP serta rombongan kader dari Partai Hanura.
Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024
Nanda bersama dengan bakal calon wakil wali Kota Malang Ahmad Wanedi keluar bersama berjalan kaki dari kediaman di Jalan Ijen 73 menuju lokasi deklarasi. Selama perjalanan, Nanda dan Wanedi disambut riuh oleh massa pengusungnya. Mereka meneriakkan kalimat "Ayo Noto Malang" yang menjadi jargon pasangan calon tersebut.
Dalam deklarasi pasangan calon itu, Nanda-Wanedi didampingi sejumlah tokoh partai seperti petinggi NasDem Kresna Dewanata Phrosakh, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Abdul Hakim, Ketua DPD PAN Kota Malang Pujianto, Sekretaris DPC PPP Kota Malang Abdul Rozaq hingga tokoh masyarakat Moch. Geng Wahyudi.
Bahkan, pada pagi hari Nanda Gubdan juga telah meminta doa restu dari para anak yatim piatu di salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Malang serta hadir di acara rakercabsus PDI Perjuangan di kantor DPC partai tersebut.
Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19
"Saya sebelum mendaftar sudah meminta restu kepada keluarga dan hari ini sebelum melangkah untuk mendaftar saya mendapat izin dari suami. Beliau berpesan agar dalam proses deklarasi dan pendaftaran bisa berjalan dengan baik dan tidak ada masyarakat yang terganggu," kata Nanda. (*)
