Salah satu antibiotik yang sering digunakan pada unggas. (ist)
Salah satu antibiotik yang sering digunakan pada unggas. (ist)

Bisnis ternak unggas, termasuk ayam, bakal semakin prospektif saja. Itu karena penemuan probiotik oleh mahasiswa Universitas Brawijaya(UB) yang dapat membantu meningkatkan produksi daging dan telur sekitar 11 persen.

Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dari tiga fakultas. Yakni Muhammad Fahmi Rizky dari Fakultas Kedokteran, Ilham Ardiansyah dari Fakultas Peternakan, dan Rizhaf Setyo Hartono dari Fakultas MIPA. Mereka menemukan probiotik sebagai penganti antibiotik yang digunakan untuk hewan berjenis unggas.

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Penemuan ini dilatari banyaknya  penggunaan antibiotik growth promotor (AGP) dalam peternakan unggas. AGP disebut memiliki dampak negatif karena peningkatan resistensi mikroba pada pencernaan unggas.

Selain mengurangi  bakteri patogen yang ada dalam usus unggas, AGP malah turut mengurangi bakteri bermanfaat, yakni bakteri nonpatogen. Sehingga. dalam penggunaan AGP, produksi daging dan telur menjadi kurang maksimal.

"Produk temuan ini bernama prolab. Prolab bekerja dengan memperbaiki mikroflora atau mikroba yang ada di dalam usus," jelas Ilham, salah satu dari tiga mahasiswa penemu probiotik inj.

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

Dalam pembuatan prolab, bahan yang digunakan dari tepung probiotik yang memiliki kandungan mikroorganisme dan dimasukkan dalam bentuk kapsul. Agar kandungan mikroorganisme dalam tepung tersebut tidak mati, proses pemadatan dalam kapsul diinkubasi menggunakan microwave.  "Agar penyerapan bisa maksimal dalam usus unggas, pencampuran bersama pakan ternak dengan takaran kurang dari satu persen sehingga pencernaan semakin baik," ungkapnya.